Kasus Kecelakaan Bus di Tol Cipali Bisa Dihentikan, Jika Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Kecelakaan di Tol Cipali, Senin (17/6/2019) dini hari. Foto: Istimewa

Kecelakaan di Tol Cipali, Senin (17/6/2019) dini hari. Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Polres Majalengka masih menunggu perkembangan hasil pemeriksaan kejiwaan, terhadap tersangka kasus kecelakaan bus di tol cipali, beberapa waktu lalu.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengatakan, bahwa Polisi belum dapat memberikan kesimpulan terkait pelaku penyerangan terhadap sopir bus maut.

“Status Amshor (29) tersangka, namun kami masih menunggu observasi kejiwaannya,” jelas Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, kamis (4/7/19) saat dihubungi.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil observasi kejiwaan terhadap Amshor yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih, Kota Bandung.

Dijelaskan Mariyono, Polisi bisa menghentikan perkara bila hasil observasi dokter menyatakan Amshor mengalami gangguan jiwa.

“Kami tetap menunggu hasil dari observasi yang dilakukan,” jelasnya.

Polisi sendiri, akan melakukan gelar perkara kembali untuk proses hukum selanjutnya.

“Jika memang pelaku mengalami gangguan jiwa, kasus itu bisa dihentikan. Nanti kita gelar kalau ada indikasi (gangguan jiwa) kita gelar dan hentikan. Kan kalau orang gila nggak patut dihukum,” terangnya.

Seperti diketahui, tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipali kilometer 151 arah Jakarta. Diketahui tabrakan tersebut dipicu oleh seorang penumpang bernama Anshor yang diduga hendak merebut ponsel sopir.

Akibatnya sopir hilang kendali dan masuk ke jalur arah jakarta hingga menabrak beberapa mobil. 12 orang dinyatakan tewas akibat kejadian tersebut.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds