Tiga Daerah di Jabar Terindikasi Lakukan Pelanggaran PPDB

PPBD

PPBD

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Tiga daerah di Jabar dilaporkan oleh masyarakat ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat.

Tiga daerah tersebut, yakni Kabupaten Garut, Subang dan Kota Bandung.

Menurut Ketua Ombudsman Jabar, Haneda Sri Lastoto, bahwa Ombudsman Jabar menerima sebanyak 86 laporan terkait permasalahan yang ada dalam sistem pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Jawa Barat.

PPBD Online

PPBD Online

 

“Secara keseluruhan sampai hari ini yang masuk ada 86 laporan,” kata Kepala Ombudsman Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto di kantornya, Rabu (3/7).

Laporan untuk tiga daerah, yakni dugaan adanya maladministrasi.

Baca: PPDB Jalur Guru Dihapus, Guru Ini Ikut Protes Zonasi PPDB

 

“Maladministrasi seperti pemalsuan Kartu Keluarga, itu yang dilaporkan,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh laporan yang masuk tersebut mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK di Jabar.

“Untuk kebanyakan laporan yang masuk itu  terkait dengan sistem zonasi dalam pelaksanaan PPDB di Kota Bandung,” paparnya.

Dari laporan yang masuk, sebagiannya sudah disalurkan ke dinas pendidikan terkait.

Aksi guru Bandung soal zonasi

Aksi guru Bandung soal zonasi, Rabu (3/7/2019),.Foto: Arief

 

“Namun pihaknya belum menyalurkan seluruhnya laporan ke dinas terkait karena sejumlah laporan masih ada yang kurang lengkap. Ada yang laporan identitas anaknya nggak jelas, sehingga bisa merepotkan Disdik. Kita melaporkan yang sudah memenuhi syarat laporan,” jelasnya.

Baca: Foto-foto Puluhan Ibu Cantik Geruduk Kantor Walkot Bandung Bawa Anak-anak

 

Sementara itu, Iman Rohayai, seorang guru di Kota Bandung ikut memprotes adanya sistem zonasi saat PPDB 2019.

Sebagai seorang guru, Iman menjadi korban sistem zonasi bagi anaknya yang hendak mendaftar sekolah.

“Jadi, saya sebagai guru pun korban sistem zonasi, bahkan anak saya sendiri mau masuk SMA ga keterima karena sistem zonasi ini,” jelasnya, usai aksi di depan Pemkot Bandung, Rabu (3/7).

Aksi soal sistem zonasi di Bandung

Aksi soal sistem zonasi di Bandung, Rabu (3/7/2019)./Foto: Arief

 

Sebanyak puluhan orang tua murid (ibu-ibu, red) juga memprotes soal zonasi dalam penerimaan siswa baru.

Hal itu terungkap saat para orang tua tersebut menggelar aksi di depan kantor Pemkot Bandung jalan Wastukencana, Rabu (3/7).

Para orang tua siswa ini turut serta membawa anak-anak saat melakukan aksi unjuk rasa.

Menurut salah satu orang tua siswa, Lilis Setiawati mengatakan, bahwa aksi ini dilakukan karena sangat merugikan masyarakat.

“Anak saya ini daftar di sekolah SMP negeri, tapi ditolak. Padahal jaraknya 400 meter,” jelas Lilis saat aksi di depan Pemkot Bandung, Rabu (3/7).

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds