Nyata Ramalan Rizal Ramli, Kebijakan Austerity Sri Mulyani Bikin Ekonomi Rontok

Sri Mulyani saat uji skripsi mahasiswa UI./Foto: Istimewa

Sri Mulyani saat uji skripsi mahasiswa UI./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kini tercatat tidak bisa menembus angka 6 persen. Sementara daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Demikian ramalan Ekonom senior DR Rizal Ramli (RR) pada 3,5 tahun lalu, kini terbukti benar.

Sebelumnya, peringatan dini kepada Presiden Joko Widodo agar ekonomi tidak gonjang-ganjing sudah pernah disampaikan RR. Rizal menyampaikannya saat masih menjabat Menko Kemaritiman.

Kepada Jokowi, RR mengingatkan bahwa kebijakan austerity atau pengetatan anggaran yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani kuno. Kebijakan ekonomi makro super konservatif itu hanya akan membuat senang kreditor utang dan investor asing.

Sementara akibat yang diterima masyarakat atas kebijakan menteri yang mendapat gelar terbaik di dunia itu, kata RR, adalah pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka lima persen. Selain itu, daya beli masyarakat akan anjlok dan berpengaruh pada harga aset yang yang rontok.

DR. Rizal Ramli

DR. Rizal Ramli./Foto: ps

 

Kini apa yang diramalkan RR harus dirasakan dampaknya. Perusahaan sekelas Giant segera tutup dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan. Tidak hanya itu, PT Krakatau Steel sebagai perusahaan plat merah pengolah baja juga harus melakukan restrukturisasi ribuan karyawan.

“Hari ini sektor retail rontok, Giant tutup PHK, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta karena asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan. Jokowi dikibuli,” tegas Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, Senin (24/6).

Dia juga mengingatkan Jokowi untuk tidak menyangkal penurunan daya beli dengan menyebut masyarakat pindah belanja ke sektor daring. Bagi RR, sektor daring tanah air kini tidak lebih memprihatinkan. Sebab, 70 persen aplikasi jual beli online yang ada sebatas menjadi alat pemasaran produk-produk impor.

“Jika nanti sektor retail dan online dikuasai asing, maka komplitlah ketergantungan impor menjadi permanen,” pungkasnya.

Benarkah Harga di Giant Wisma Asri Lebih Mahal Meski Sudah Diskon

Suasana Giant Wisma Asri, Senin (24/6/2019). (Yurizkha Aditya/pojokbekasi.com)

 
Giant di Bekasi Akan Tutup

Sebelumnya pernah diberitakan di Pojokbekasi.com bahwa ratusan warga memadati Giant Wisma Asri yang berada di Teluk Pucung, Bekasi Utara, sejak beberapa hari terakhir. Mereka berdatangan karena tersiar informasi tentang diskon yang berlaku untuk semua barang, tidak terkecuali.

Hal itu menyusul toko tersebut akan tutup pada 28 Juli 2019, sehingga berupaya menghabiskan komoditas yang ada.

Salah seorang warga Babela, Astrid (19), bersama ketiga temannya, awalnya hanya berniat melihat-lihat. Tetapi mereka akhirnya tergiur diskon sehingga akhirnya membeli. Mereka memeli sabun, pembersih wajah dan kosmetik.

Giant Wisma Asri Bakal Tutup, Semua Produk Didiskon

Suasana Giant Wisma Asri, Jumat (22/6/2019). (Yurizkha Aditya/pojokbekasi.com)

 

“Informasi adanya diskon pertama taunya dari Facebook. Terus, pas ke sini niatnya cuma liat-liat doang. Eh pas udah di sini ternyata lumayan juga diskonanya, jadinya beli deh,” ucap Astri kepada pojokbekasi.com, Jumat (21/6/2019).

Kata seorang petugas toko, diskon bisa mencapai 80 persen nantinya. “Ini promonya sampai akhir bulan Juli. Nanti (jelang penutupan, Red) bisa sampai 80 persenan. Karena batas akhir Juli kita harus sudah tutup,” jelasnya.

Saat ini, diskon masih berkisar pada angka 10 sampai 30 persen. Walau demikian, itu sudah mampu menyedot masyarakat dari wilayah setempat toko.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds