Daftar 9 Berita Terpopuler Pojokjabar Pekan Ini

Front Pembela Islam atau FPI (ilustrasi)./Foto: Istimewa

Front Pembela Islam atau FPI (ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Redaksi Pojokjabar.com mendapati sebanyak sembilan (9) berita terpopuler di laman website Pojokjabar sepanjang sepekan ini.

Berita terpopuler tersebut merupakan berita yang paling banyak dibaca oleh para pembaca. Berikut ini daftar berita tersebut:

1. FPI Ajukan Perpanjangan Izin Ormas, Begini Tanggapan Pejabat Kemendagri

Front Pembela Islam (FPI) ajukan perpanjangan izin Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Ormas.

Pejabat Kemendagri ini menyebut masih ada proses dilalui untuk perpanjangan SKT.

Front Pembela Islam (FPI) meminta pemerintah tidak menolak perpanjangan izin Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Ormas.

 

“Nanti ada SOP, ada proses meneliti berkas-berkas pendaftaran. Kalau nggak salah diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2017,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar saat dihubungi, Sabtu (22/6/2019) malam.

FPI

Front Pembela Islam atau FPI (ilustrasi)./Foto: Istimewa

 

2. Pakar Hukum : KPK Bisa Turun Selidiki Kasus Pemilu 2019. Berikut Rincian Aliran Dana Jual Beli Suara di Karawang

asus 12 PPK atau penyelenggara pemilu tingkat kecamatan yang diduga terlibat kasus jual beli suara Pileg 2019 di Karawang sudah mengembalikan uang kepada Caleg Perindo EK Budi Santoso. Uang yang dikembalikan itu hanya baru sebagian.

Itu diungkapkan Ketua KPU Karawang Miftah Farid beberapa waktu lalu.

“Sudah ada proses pengembalian dari oknum-oknum PPK kepada caleg yang bersangkutan,” ujar Miftah.

Baca: Pakar Hukum : KPK Bisa Turun Selidiki Kasus Pemilu 2019. Berikut Rincian Aliran Dana Jual Beli Suara di Karawang

petugas kpk gadungan

Ilustrasi

 

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Karawang, Eigen Justisi, SH MH mengatakan, kasus yang sudah membuat heboh publik ini masih bisa diproses secara hukum meski sudah ada pengembalian uang. Dasarnya adalah UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

 

3. Waduh, KPK Garap Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Ada Apa?

Suasana hening tiba-tiba menjadi ramai saat beberapa petugas Komisi Pemberantasan Korupsi datang ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon.

Kedatangan anggota KPK ke gedung DPRD Kabupaten Cirebon membuat kaget Apartur Sipil Negara (ASN) dan anggota dewan lainnya yang sedang menjalankan tugas rutinnya.

Dari penelusuran Pojokjabar.com di lokasi kejadian perkara, kedatangan sembilan petugas KPK ini guna menelusuri dugaan grativikasi pemulusan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) RTRW terkait pembangunan PLTU 2.

 

Kedatangan petugas KPK tersebut dibenarkan oleh beberapa petugas keamanan yang berjaga di sekitar gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

 

4. Innalillahi, Kecelakaan di Ciganea Purwakarta, Ini Foto-foto dan Videonya

Kecelakaan terjadi di Ciganea, Kabupaten Purwakarta, Rabu (19/6/2019) sekira 16.30 WIB.

Kasatlantas AKP Ricky langsung menginformasikan bahwa pihaknya tengah berada di lokasi dan tengah menangani korban kecelakaan ini.

“Saya lagi di TKP angkat korban, bapak TLP aja,” kata Kasatlantas AKP Ricky.

Baca: Innalillahi, Kecelakaan di Ciganea Purwakarta, Ini Foto-foto dan Videonya

Kecelakaan di Purwakarta

Kecelakaan di Ciganea, Purwakarta, Rabu (19/6/2019)./Foto: Istimewa

 

Sementara, berdasarkan pantauan sementara Pojokjabar.com, informasi ini beredar di salah satu grup bernama IWO Purwakarta.

 

5. Kunjungi Air Terjun di Subang, Emil Bikin Warganet Salfok dengan Anak Kecil

Salah satu potensi wisata di Kabupaten Subang dikunjungi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Minggu (16/6/2019) pagi.

Salah satu lokasi itu berada di sekitar area perkebunan teh di Subang.

Di sana ada air terjun yang terproteksi dan terlindungi dengan baik.

Baca: Kunjungi Air Terjun di Subang, Emil Bikin Warganet Salfok dengan Anak Kecil

 

Demikian diungkap suami dari Atalia Praratya ini melalui postingan terbaru Instagram pribadi miliknya.

 

6. Dana Kampanye Jokowi-MA Naik Drastis Rp19 Miliar Disebut Pria Ini Hanya Salah Input

Pembengkakan dana kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar Rp 19 miliar disebut hanya kesalahan input data.

Dana ini naik drastis dalam 13 hari.

Kuasa Hukum Jokowi-Maruf, Luhut Pangaribuan saat membacakan jawaban atas gugatan paslon 02 Prabowo-Sandi, di Ruang Sidang MK, Selasa (18/6) membantah dana fiktif dalam dana kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin.

 

“Rekening bank penerima sumbangan dana kampanye atas nama TKN Jokowi Maruf Amin dan pihak-pihak yang memberikan sumbangan dana kampanye kepada Paslon 01 baik perorangan, partai politik, kelompok ataupun badan usaha non-pemerintah diperiksa dan telah diverifikasi,” kata Luhut.

 

7. Sesosok Pemuda Tewas Mengapung dalam Sumur Mushala

Warga Desa Kedongdong geger dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung dalam sumur Mushala Darussalam.

Sosok mayat tersebut ditemukan warga setempat sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu, (19/6/2019).

Sosok mayat mengapung dalam sumur Mushala tersebut ialah seorang pemuda yang diketahui bernama FI (28) warga RT 03/07 Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

 

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Kartono Gumilar membenarkan dengan adanya kejadian seorang warga terapung di dalam sumur musala Darussalam.

 

8. Nama – Nama Pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon, Garapan KPK

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus melakukan pemeriksaan terkait dugaan grativikasi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pembangunan PLTU II di Kabupaten Cirebon.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terdapat nama – nama yang sudah tidak asing lagi di kuping Masyarakat Kabupaten Cirebon seperti Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mustofa.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Drs H Subhan dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sunandar Priyowudarmo serta Sekwan DPRD Kabupaten Cirebon Asep Pamungkas.

Baca: Nama – Nama Pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon, Garapan KPK

 

Juga Kabag perundangan-undangan namanya Sucipto, dan Kabag Keuangan Wawan Setiawan

 

9. Tips Turunkan Tekanan Darah dengan Jus Tomat

Tekanan darah pada penderita hipertensi bisa diturunkan baik dengan pengobatan maupun dengan cara alami.

Salah satu cara alami yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan minum jus tomat.

Dilansir dari Healthline, ada sebuah studi menarik yang dipublikasikan di jurnal medis “Food Science & Nutrition”. Peneliti dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang, dan Tucson Plant Breeding Institute mengungkapkan, partisipan yang mengonsumsi satu cangkir jus tomat segar (tanpa tambahan natrium atau garam) memiliki tekanan darah yang jauh lebih baik.

Baca: Tips Turunkan Tekanan Darah dengan Jus Tomat

Partisipan yang dipilih tak sembarangan. Difokuskan pada mereka yang memiliki kolesterol jahat (LDL) tinggi, sehingga berisiko mengalami hipertensi, penyakit jantung, serta pembentukan plak di arteri.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Hero Ajak HMI Turut Membangun Bangsa

POJOKJABAR.com, CIREBON – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengajak seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon yang baru …