Proyek Pembangunan Kereta Cepat Ancam Kesehatan Warga

Aktivitas alat berat di Proyek Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), Jalan Leuwigajah, Kota Cimahi, Belum lama ini.

Aktivitas alat berat di Proyek Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), Jalan Leuwigajah, Kota Cimahi, Belum lama ini.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dampak negatif yang ditimbulkan proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, cukup dirasakan warga sekitar.

Keluhan warga soal debu dan pasir yang menimbulkan polusi udara serta membuat jalan menjadi licin dan menimbulkan kecelakaan lalulintas sudah diterima oleh Walikota Cimah, Ajay M. Priatna. Ajay mengklaim sudah menghubungi pihak PT. Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebagai pelaksana proyek perihal polusi debu dari pembangunannya.

“Memang debunya mengganggu juga. Kita minta mereka lebih berhati-hati dalam progres pengerjaannya, jangan sampai ada yang dirugikan,” kata Ajay.

Kendati ada dampak yang ditimbulkan, namun Ajay juga meminta masyarakat yang terkena dampak untuk memakluminya. Sebab, dalam setiap pembangunan itu ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkan.

“Masyarakat harus paham dan maklum bahwa selama pembangunan pasti ada dampaknya. Tapi bagaimana pun kita berupaya meminimalisir dampak debu,” ujarnya.

Warga RT 05/03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi merasa terancam kesehatannya akibat debu dari mega proyek itu. Mereka berpotensi terserang Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain warga, dampak debu dari kereta cepat jurusan Jakarta-Bandung itu juga dikeluhkan pengendara. Sebab, debu yang beterbangan itu mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas, yang juga mengancam kesehatan mata.

Tisna Fadilah (52), salah seorang warga menuturkan, sejak proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung itu, gangguan debu kerap menghantui warga. Selain mengancam kesehatan, debu juga mengotori rumah.

“Sebelum ada proyek juga udah banyak debu, apalagi sekarang makin parah. Belum lagi sekarang udah mulai panas, debunya makin banyak,” ujar Tisna.

Dikatakan Tisna, kondisi itu sebetulnya membuat warga dan pengendara yang melintas di sekitar proyek terganggu. Namun, pihaknya tak bisa bebuat banyak. Sejauh ini terlihat belum ada penanganan terkait permasalahan debu dari pihak KCIC.

“Selain debu, pengerjaanya juga kadang sampe malam. Itu kan sangat ganggu warga yang lagi istirahat,” tuturnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds