Sosok Ustad Firanda Andirja Abidin, Pengajiannya di Aceh Dibubarkan Massa

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa./Foto: Istimewa

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sosok Ustad Firanda menjadi perhatian publik pasca pengajiannya dibubarkan sekelompok massa di Masjid Al-Fitrah di Desa Ketapang II Banda Aceh, Kamis (13/6) sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

 

Berdasarkan penelusuran Pojokjabar.com dari berbagai sumber, berikut profil Ustad Firanda:

Nama lengkap Ustad Firanda adalah Firanda Andirja Abidin.

 

Pria berayahkan Abidin dari suku Bugis (Sengkang) dan memiliki ibu bernama Suenda (dari Surabaya) ini lahir tahun 1979 di RS Dr. Sutomo, Surabaya.

Saat berumur seminggu, orang tuanya membawanya merantau ke Sorong, Papua. Ia pun hidup di sana hingga menamatkan pendidikan SMU tahun 1998 di Sorong.

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa./Foto: Istimewa

Lalu, perjalanan pendidikan berlanjut ke S1 di Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, Universitas Gajah Mada tanpa test. Ia bertahan menjalani perkuliahan di Tekhnik Kimia sekitar setahun. Sumber lain menyebutnya sekitar 4 semester.

Merasa lebih tertarik mendalami bidang agama, ia memilih mondok di Ponpes Jamilurrahman Bantul, Jogjakarta, sekitar 1,5 tahun.

Kemudian, Universitas Islam Madinah pada tahun 2000 mengatakan dauroh test penerimaan mahasiswa baru oleh para dosen kampus tersebut di Lombok. Ia pun mendapat peringkat 3 dari seluruh peserta se-nusantara. Sejak saat itu, ia menimba ilmu sejak S1 hingga S3 di Universitas Islam Madinah.

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa./Foto: Istimewa

 

Dan sejak tahun 2000, ia mulai mengisi berbagai  kajian Islami di berbagai  masjid sekitar kampus UGM.

Beberapa di antaranya, Masjid Pogung Dalangan, Masjid Pogung Raya, Masjid Siswa Graha, dan Musholla Fakultas Teknik UGM, hingga aula perkuliahan para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran.  Termasuk di luar kota, seperti Jogja, Wates, Muntilan, dan Sorong.

Ia pun kerap mengisi sejumlah pengajian rutin berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Padahal untuk mendapat izin ceramah di rumah ibadah tersebut sangat susah. Selain di negara Timur Tengah, Ustad Firanda kerap pulang ke tanah air demi mengisi tabligh akbar, dan pernah menjadi pengisi tetap di radio Rodja.

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa

Pengajian Ustad Firanda di Aceh dibubarkan massa./Foto: Istimewa

 

Gaya dakwah kerap dianggap beraliran wahabi, sebuah aliran Islam yang dibawa Muhammad bin Abdul Wahab. Penyampaiannya kerap kali didapati berbeda dengan umumnya golongan masyarakat muslim Indonesia (madzhab, red).

Ustad Firanda memutuskan menikah pada tanggal 17 Agustus 2001 dengan sosok perempuan bernama Rosmala Dewi Arifuddin. Dari pernikahan dengan perempuan kelahiran 1980 ini, ia dikaruniai 2 orang putra dan 3 orang putri. Di antaranya  Abdul Muhsin (lahir 2003), Aisyah Humairo (lahir 2006), Zainab (lahir 2008), Habibah (lahir 2011), dan Abdurrozzaq (lahir 2014).

Beberapa karya tulisnya di antaranya :

– Ajaran madzhab Imam Syafi yg ditnggalkan oleh sebagian pengikutnya (sekitar 500 hal)
– Tafsir Juz Ámma (600 halaman)
– Fikih Haji (sekitar 300 halaman)
– Jawaban Ibnu Taimiyah terhadap syubhat-syubhat para penolak sifat-sifat dzatiyah (tesis beliau dalam bahasa arab kurang lbh 750 hal)

 

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds