Ulama Bandung Minta Sidang MK Disikapi Secara Dewasa, Bukan dengan Pengerahan Massa

Mahkamah Konstitusi. Ist

Mahkamah Konstitusi. Ist

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Tinggal menghitung hari, Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang gugatan sengketa Pilpres 2019. Gugatan itu dilayangkan kubu paslon nomor urut 2 Prabowo dan Sandiaga Uno.

Atas itu pun, masyarakat di minta untuk menjaga kondufitas serta menahan diri dan tidak termakan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya.

Masyarakat juga di himbau untuk tidak melakukan segala bentuk aksi kekerasan dan kekeruhan itu melanggar hukum. Selain itu, juga membuat masyarakat resah, akibat dari aksi kerusuhan disertai kekerasan tersebut.

“Kalau misalnya model penyelesaian seperti itu justru akan menyebabkan terhambat proses demokrasi di Indonesia. Masih banyak cara-cara yang lebih santun, lebih beretika. Kemudian proses-proses hukum kan sudah di sediakan itu kan merupakan kesepakatan awal,” terang Ketua Umum Yayasan Assalaam, K.H. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus, saat di temui di Bandung, Kamis (13/6/2019).

Ia turut mengajak masyarakat guna bersama-sama menjaga kondusivitas yang ada di lingkunganya masing-masing. Ajakannya itu, agar masyarakat tidak terpengaruh adanya provokasi kekerasan maupun berbagai tindakan yang melanggar hukum dari oknum yang tak bertanggung jawab.

“Akibat dari itu semua, akhirnya kerugian di tanggung bersama. Perekonomian juga terhambat. Apalagi yang namanya nyawa, itu tidak bisa ada nilai. Bangsa ini harus mulai melakukan proses pendewasaan, dewasa dalam berpikir, bersikap dan sebagainya,” ucapnya.

Ia pun menentang keras apapun segala bentuk kekerasan yang ditimbulkam hanya untuk segelintir orang. Ia menilai kekerasan tidak ada manfaatnya bagi kepentingan umat.

“Saya sangat menentang keras hal kekerasan dalam bentuk apapun. Cara kekerasan seperti itu saya tidak melihat manfaatnya,” ungkapnya.

Hal senada juga di ungkapkan Kyai Asep Jahid sebagai pimpinan pondok pesantren Miftahul Falah. Ia berharap masyarakat Jabar dapat menerima apapun yang diputuskan MK.

“Mudah-mudahan masyarakat Jabar juga menerima apa yang menjadi keputusan MK itu. Baik paslon 1 dan 2 tujuannya baik. Mari kita jadi Indonesia negara yang aman dan nyaman bagi semuanya,” katanya.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds