Bank Dunia Kucur Dana Pinjaman ke Pemprov, DPRD Jabar Langsung Bersuara

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Demi atasi permasalahan sampah di Sungai Citarum, Bank Dunia memberikan kucuran dana pinjaman kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebesar 1,4 triliun.

Terkait hal itu DPRD Jawa Barat mengingatkan agar pemprov Jabar berhati-hati menggunakan anggaran tersebut dan harus tepat sasaran.

“Haruslah hati-hati dan harus tepat, 1,4 triliun itu bisa ke laut seperti air yang ada di Citarum tanpa manfaat dan sayang dan yang ada kita cuma bikin utang, utang siapa yang bayar? Seluruh anak bangsa ini? Masa setiap tahun mau bikin hutang yang dibebankan anak cucu kita,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady, Senin (13/6).

Kendati demikian dirinya tidak mengatakan hal tersebut salah, hanya saja menurutnya untuk revitalisasi Citarum pemerintah masih memiliki opsi lain selain harus berhutang.

“Bagi saya ini plus minus. Plusnya karena kita tidak mampu namun minusnya apa iya meski 1,4 triliun dan soal sasaran pengerjaan dan sebagainya kita lihat diperuntukan untuk apa, karena itu pembicaraan di pusat, bahwa diperuntukan untuk Citarum tapi Citarumnya untuk apanya,” ujarnya.

“Sesungguhnya pembangunan Citarum gak harus ngutang, itu adalah mestinya sebagian dana hasil Citarum,” sambung Daddy.

Ia mempertanyakan hasil pajak air permukaan dari Sungai Citarum. Pasalnya, sungai terpanjang di Jawa Baat itu menghasilkan uang pajak untuk tiga waduk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Daddy berharap dari PLTA tersebut pemerintah provinsi bisa memanfaatkan dana yang diperoleh

“PLTA kita punya Cirata, Saguling dan Jatiluhur. Masa dari situ gak ada uang,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 12 Tahun 2019, pemerintah menetapkan harga dasar air permukaan di angka Rp 200-300 per Kwh dan mulai berlaku sejak 19 Januari 2019.

Sebelumnya, Perum Jasa Tirta (PJT) 2, pengelola PLTA Jatiluhur, tengah melakukan studi peningkatan kapasitas listrik. Saat ini, kapasitas listrik untuk Jatiluhur saja sebesar 187 MW akan ditambah 600 MW menjadi 787 MW.

Jika 1 Megawatt Hour listrik sama dengan 1.000 Kilowatt Hour, artinya tiap jam air sungai Citarum menghasilkan uang pajak puluhan juta Rupiah. Per hari, potensi uang pajak yang bisa ditarik dari PLTA Jatiluruh saja lebih dari 1 Miliar. Belum jika hitungan tahun.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds