Kronologis Penelpon Gelap Teror Wartawan di Bandung

telepon gelap./Foto: Ilustrasi

telepon gelap./Foto: Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Seorang penelpon gelap diduga meneror seorang wartawan Kantor Berita RMOLJabar (Pojokjabar.com group), Fajar, Rabu (12/6).

Dengan melemparkan kalimat-kalimat yang mengandung sumpah serapah dan ujaran kebencian, penelepon gelap yang belum diketahui identitasnya tersebut, memaki dan merendahkan profesi jurnalis.

“Penelepon gelap ini tiba-tiba muncul di aplikasi WhatsApp dan sangat mengganggu saya yang sedang bekerja. Dia bilang ‘baru jadi wartawan aja belagu lu’. Kemudian memaki, berkata kasar, sumpah serapah yang mengandung kebencian. Intinya dia sudah merendahkan profresi jurnalis atau wartawan,” kata Fajar di Bandung. Fajar mengaku akan menindaklanjuti persoalan tersebut ke pihak berwajib.

Karena ada indikasi pelanggaran Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Dari sejumlah kasus yang sama, diketahui pelaku bisa dincaman hukuman enam tahun penjara,” ungkapnya.

Fajar sempat menanyakan tujuan dan identitas dari penelepon gelap tersebut tapi tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Penelepon tersebut menggunakan nomor 0821 1388 xxxx dan hanya mengaku bekerja di salah satu badan usaha yang memproduksi baja, di Provinsi Banten.

“Saya sudah tanyakan nama dan alamat lengkap serta maksud dan tujuannya. Tapi hanya ujaran kebencian yang saya dapatkan. Saya sangat menyayangkan kejadian ini,” kata Fajar.

Fajar mengimbau pelaku agar bijak dalam menggunakan informasi dan transaksi elektronik. Fajar juga menerangkan bahwa teror terhadap wartawan merupakan pelanggaran terhadap Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda Rp500 juta.

(aga/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds