Benahi Sungai Citarum, Jabar Dapat Rp 1,4 Triliun dari Bank Dunia

Seorang warga sedang mencari sampah botol plastik menggunakan perahu di aliran Sungai Citarum, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Seorang warga sedang mencari sampah botol plastik menggunakan perahu di aliran Sungai Citarum, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Jawa Barat mendapat kucuran dana Rp1,4 triliun dari World Bank atau Bank Dunia untuk pembenahan Sungai Citarum. Dana tersebut diperuntukkan guna menanggulangi sampah Sungai Citarum selama 3-4 tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selepas menggelar rapat pimpinan di Gedung Sate, Senin (10/6/19). Dia mengatakan, dalam satu minggu ke depan dirinya akan melakukan presentasi untuk menjabarkan alokasi penggunaan dana tersebut.

“Kita dapat dana dari Bank Dunia Rp1,4 triliun. Dalam waktu satu minggu harus presentasi ke pemerintah pusat dan Bank Dunia,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil.

Emil mengatakan peruntukkan dana tersebut seluruhnya adalah untuk menangani masalah yang berhubungan dengan sampah. Hal di luar persampahan akan diurus menggunakan sumber dana lainnya.

“(Uang ini dipakai) selama ada hubungannya dengan sampah, hanya itu urusannya. Bukan untuk membiayai danau dan lain-lain,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan daerah-daerah yang dilalui Sungai Citarum guna membahas pengalokasian dana penanggulangam sampah tersebut. Lewat dana ini, masalah sampah Citarum tidak mengambil jatah alokasi dari APBD.

“Kita sedang berkoordinasi dengan daerah yang dilewati, apakah dana yang cukup besar ini bisa diselesaikan ke truk sampah, manajemen pilar sampah, zona mengolah plastik jadi barang berguna, atau lainnya. Alhamdulillah berita baiknya ini tidak ada dana dari APBD,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya mengaku belum memahami persis jenis uang yang diberikan, apakah berbentuk hibah atau pinjaman. Dana tersebut, Emil mengatakan, diberikan lewat skema Government to Government (G to G) dari pihak Bank Dunia langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Saya lupa ini dana pinjaman atau apa, tapi ini G to G jadi langsung ke Bappenas,” pungkasnya.

(RBD/arh/net/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …