Bangun Restoran di TWA Gunung Tangkuban Perahu, Pengelola Gelontorkan Dana Rp 5 Miliar

Wisatawan saat menikmati suasana Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Wisatawan saat menikmati suasana Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat

POJOKJABAR.com, LEMBANG – Rencana pembangunan Rumah Makan Restoran di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu akan segera rampung akhir tahun ini.

Selain itu banyak infrastukutur selama dua tahun terus ditingkatkan oleh PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola.

Dari pantauan wartawan di Gunung Tangkuban Perahu, terdapat bangunan baru di Terminal Bus Jayagiri dan di atas kaldera Kawah Ratu, selain taman taman untuk selfie juga dibangun foodcourt.

Sementara di Kawah Ratu terdapat bangunan baru berupa beberapa menara pandang, masjid, gedung informasi dan bangunan besar bermahkotakan kujang raksasa. Menurut Direktur Utama PT GRPP, Putra Kaban, gedung dengan kujang raksasa tersebut bakal difungsikan sebagai tempat komersil.

“Bisa di lihat kita ada menara pandang baru dan ada restoran. Tahun ini kita pastikan restoran selesai,” kata Putra saat ditemui Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/6/19).

Putra menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan restu dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait pembangunan infrastruktur yang cukup masiv selama dua tahun ke belakang.

“Ini tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). RKT dipantau dan diawasi oleh balai (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam). Tiap bulan kita laporan. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur juga dilaporkan. Setelah disetujui baru kita bangun,” ungkapnya.

Ditanya soal anggaran pembangunan, Kaban tidak menampik jika pembangunan di kawasan TWA Tangkuban Perahu selama dua tahun ke belakang lebih dari Rp5 miliar.

“Pastinya tidak cukup satu dua miliar. Tetapi kita kan ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung,” jelasnya.

Kaban mengklaim pembangunan infrastruktur secara masiv yang dilakukan pihaknya diapresiasi positif oleh pengunjung, pejabat Pemda dan Kementrian Kehutanan.

“Ini kan usaha jasa Kami mengakomodir keinginan pengunjung. Jalan diperbaiki juga kan permintaan pengunjung. Kalau jasa wisata tergantung permintaan. Kalau kita diminta memperbaiki itu kewajiban kita di kawasan ini,” ujarnya.

Tidak hanya untuk membuat pengunjung nyaman, Kaban mengatakan perbaikan infrastruktur dimaksudkan agar bisa bersaing dengan lokasi wisata baru di daerah Lembang dan sekitarnya yang menjual spot foto alam terbuka.

“Saya tidak menganggap mereka saingan. Tapi supaya saya bisa berbenah diri,” tandasnya.

(RBD/bie/pojokjabar)

loading...

Feeds