Polisi Didesak Umumkan ke Publik Hasil Otopsi Jenazah Korban 22 Mei

aksi 22 Mei (jawa pos)

aksi 22 Mei (jawa pos)


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Polisi didesak terbuka dan transparan umumkan ke publik hasil pemeriksaan jenazah (otopsi) korban kerusuhan 22 Mei di Tanah Abang dan Petamburan, Jakarta.

“Mendesak pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait hasil pemeriksaan terhadap jenazah (otopsi),” ungkap Koordinator Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-22 Mei 2019 KA KAMMI, Slamet Hasan, Jumat (31/5).

“Dan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada keluarga korban dan atau kuasanya untuk mendapatkan salinan hasil pemeriksaan (otopsi) terhadap korban meninggal,” jelasnya.

Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-22 Mei 2019 Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mendesak Polri segera memproses hukum pelaku kekerasan.

“Mendesak kepolisian untuk segera dan serius memproses secara hukum terhadap pelaku yang terlibat dalam peristiwa meninggalnya korban,” tegasnya.

Mereka juga mendesak pihak terkait untuk membawa kasus kematian korban ke proses hukum selanjutnya dalam sebuah peradilan yang terbuka dan adil.

“Apabila ada bukti-bukti yang cukup terjadinya pelanggaran HAM berat, maka mendesak untuk dilakukan proses peradilan HAM secara terbuka, imparsial dan adil,” lanjutnya.

Selain itu, Slamet juga mendesak kepada negara untuk bertanggungjawab terhadap korban yang mengalami luka-luka.

“Negara harus untuk bertanggung jawab atas seluruh biaya perawatan yang timbul karena itu dan menjamin korban kembali kepada keluarganya secara selamat dan sehat,” paparnya.

Terakhir, KA KAMMI mendesak kepada pihak rumah sakit dan pihak terkait untuk memberikan informasi yang terbuka, transparan dan cepat.

“Umumkan ke publik identitas siapa yang mengalami luka-luka dan dirawat dimana kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya,” katanya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds