Fahira Desak Investigasi Khusus Kematian 2 Remaja di Aksi 22 Mei

Almarhum Reyhan Fajari, remaja yang tertembus peluru tajam saat aksi 22 Mei (ist)

Almarhum Reyhan Fajari, remaja yang tertembus peluru tajam saat aksi 22 Mei (ist)


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris meminta investigasi khusus terhadap anak-anak yang meninggal di kerusuhan 22 Mei. Dua remaja jadi korban di Petamburan dan Tanah Abang.

Menurut Fahira, dalam konstruksi hukum Indonesia, anak-anak dilindungi oleh sebuah undang-undang khusus yaitu UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak yang merupakan Perubahan Kedua Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Semua korban yang meninggal harus mendapat keadilan. Namun, untuk korban anak, ada undang-undang khusus yang melindungi mereka. Oleh karena itu investigasi dan penanganannya juga harus khusus,” ujar Fahira, Selasa (28/5).

Baca :

Mengejutkan! Posting Remaja 14 Tahun Tewas Kerusuhan 22 Mei, Dokter RSHS Ditangkap

“Siapapun pelaku yang telah menghilangkan nyawa anak-anak ini harus dijerat pasal berlapis salah satu dengan pasal yang ada di Undang-Undang Perlindungan anak yang sanksi pidananya sangat tegas,” tambahnya.

Satu-satunya cara memenuhi keadilan atas jatuhnya korban meninggal pada kericuhan 22 Mei, diantaranya terdapat anak-anak atau remaja adalah negara mampu menangkap pelaku kekerasan itu.

Dan menyeretnya ke pengadilan.

Tanpa itu semua, mustahil keadilan dapat ditegakkan dan kasus ini akan terus menjadi catatan kelam bangsa Indonesia ini.

Jika dibanding kasus kekerasan lain, pengungkapan pelaku kekerasan terhadap anak-anak pada kericuhan 22 Mei, tidaklah sederhana dan mudah.

Namun, sesulit apapun negara harus mampu mengungkap siapa pelaku kekerasan yang sudah begitu tega membunuh anak-anak yang harusnya mendapat perlindungan.

“Memang tidak mudah mengungkapnya, tetapi negara tidak ada pilihan lain selain menyeret pelaku ke meja pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.

Keluarga korban dan rakyat Indonesia berhak tahu kekerasan seperti apa yang menimpa anak-anak ini hingga sampai meninggal dan siapa pelakunya.

“Kuncinya harus proporsional dan transparan agar mendapat dukungan publik,” pungkas Fahira yang juga akivitas perlindungan anak ini.

Sebagai informasi, delapan orang meninggal dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu dimana diantara korban adalah anak-anak yaitu Muhammad Harun Al Rasyid (14) dan Reyhan Fajari (16).

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds