Tanggapi Dampak Rusuh pada Tim Medis DD, WMI Sebut Permintaan buat Aparat Kemanan

Ilustrasi Polisi Sniper.

Ilustrasi Polisi Sniper.

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Kehadiran tim medis lembaga kemanusiaan pada saat aksi atau dimanapun tempat bukanlah sebagai bentuk keberpihakan pada salah satu pihak namun lebih pada tanggung jawab Kemanusiaan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum WMI Handriansyah.

WMI pun menyayangkan dan mengutuk aksi kekerasan aparat terhadap tim medis Lembaga Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD) pada saat siaga dalam aksi demonstrasi ribuan masa di Gedung Bawaslu, Rabu, (21/5) malam.

“Tindakan ini sudah sangat berlebihan, karena Lembaga Kemanusiaan dalam Kehadirannya dimanapun dilindungi oleh Konvensi Jenewa 1949 yang mengatur tentang perlindungan terhadap petugas kesehatan” kata Handriansyah di Kantor WMI Jalan Kemajuan Raya 57, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis, (24/5).

“WMI sangat menyayangkan tindak kekerasan aparat yang berlebihan terhadap tim Medis Dompet Dhuafa dan ini seharusnya tidak boleh terjadi,” Sambung Handriansyah.

Handriansyah meminta aparat memberikan ruang kepada Lembaga Kemanusiaan, dan tidak main hantam seperti memukul pelaku kejahatan.

Diketahui sebelumnya, Tim Medis DD dengan atribut dan kendaraan nya standbay dan siaga saat ribuan masa Kedaulatan Rakyat menggelar aksi.

Kehadiran Tim Medis DD sebagai upaya untuk memberikan pertolongan pada semua pihak yang terlibat dalam aksi, baik demonstran, masyarakat maupun aparat.

Namun disaat aksi demonstrasi pecah dan menjadi chaos Tim Medis DD dan Relawan beserta kendaraannya yang standbay di samping Sarinah juga menjadi bulan-bulanan aparat yang mengahalau masa aksi.

Tim Medis DD sudah berteriak dan menyatakan diri sebagai Tim Medis.

Atas peristiwa ini kaca mobil Unit RESCUE Tim DD pecah karena dipukul aparat, dan 2 personil Relawan DD mengalami luka-luka

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds