Pelaku Pengeroyok Haringga Sirila Diganjar 7-9 Tahun Penjara

Para terdakwa pengeroyok suporter The Jakmania, Haringga Sirila, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negri Bandung, Selasa (21/5/19). Radar Bandung

Para terdakwa pengeroyok suporter The Jakmania, Haringga Sirila, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negri Bandung, Selasa (21/5/19). Radar Bandung

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Terdakwa pengeroyok suporter The Jakmania, Haringga Sirila, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (21/5/19).

Tujuh terdakwa tersebut yakni, Budiman, Goni Abdurahman, Dadang Supriatna, Aditya Anggara, Aldi Ansyah. Sedangkan dua terdakwa lainnya adalah, Joko susilo dan Cepi.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Mohammad Basir, anggota Suko Harsono, Sri Kuncoro, lebih dulu membacakan putusan atas terdakwa Cepi kemudian terdakwa Joko Susilo. Untuk dua terdakwa tersebut, Majelis hakim memutus Cepi tujuh tahun kurungan penjara dan Joko Susilo tujuh tahun kurungan penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai para terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan kedua yakni pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

“Terdakwa secara terang-terangan dan bersama-sama melakukan penganiayaan hingga membuat mati,” ucap Hakim Basir saat membacakan amar putusan.

Usai membacakan putusan dua terdakwa, hakim langsung membacakan putusan untuk lima terdakwa lain, yakni Budiman, Goni Abdurahman, Dadang Supriatna, Aditya Anggara, Aldi Ansyah. Lima terdakwa itu, mendapatkan putusan hukuman oleh majelis hakim dengan putusan berbeda-beda. Terdakwa Aditya Anggara mendapat hukuman yang paling tinggi dibanding beberapa terdakwa lain.

“Dengan ini majelis hakim memutus, Aditya Anggara divonis 9,5 tahun penjara, Dadang Supriatna divonis 8,5 tahun penjara, Goni Abdulrahman divonis 7 tahun penjara, Budiman divonis 9,5 tahun penjara, Aldiansyah divonis 9,5 tahun penjara,”kata Hakim Basir.

Ditemui usai persidangan, pengacara terdakwa Cepi Gunawan dan Joko Susilo, Dikdik Sumaryanto menyampaikan, bahwa pihaknya tidak menerima putusan dari majelis hakim dan akan ajukan banding.

“Baik itu putusan melalui Cepi Gunawan dan Joko Susilo, dalam hal ini terdakwa punya hak banding. Itu akan kita ajukan,”ujar Dikdik.

Dikdik mengakui, kedua terdakwa sejak awal sudah berkeyakinan tidak melakukan penganiayaan terhadap korban Haringga. Meski begitu, majelis hakim dalam putusannya menyebut keduanya bersalah turut serta melakukan penganiayaan.

“Apa yang terdakwa sampaikan bahwa sampai detik ini baik Cepi maupun Joko tidak melakukan apa yang dituduhkan jaksa. Jadi hak terdakwa untuk melakukan upaya hukum akan dilakukan sampai putusan yang seadil-adilnya,” kata Dikdik.

Sementara itu, Dadang Sukmawijaya pengacara dari lima terdakwa lainnya, tidak mengambil sikap secara langsung. Mereka mengambil sikap untuk pikir-pikir selama sepekan.

“Atas putusan itu kami memiliki waktu selama tujuh hari, menurut KUHP untuk pikir-pikir. Kami menggunakan waktu itu untuk pikir-pikir,”kata Dadang.

Kemudian, jaksa Kejari Bandung bersikap sama. Jaksa pikir-pikir atas hasil putusan hakim. Termasuk akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait banding yang diungkapkan dua terdakwa.

“Kami masih pikir-pikir dulu karena kami pun masih harus berkordinasi dulu dengan pimpinan,” pungkasnya.

(RBD/azs/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds