Gara-gara Amar Putusan Majelis Hakim, Pengacara Tergerak Lihat Reaksi Sunjaya

Sunjaya saat berada di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (22/5/2019)./Foto: Arief

Sunjaya saat berada di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (22/5/2019)./Foto: Arief


Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan putusan atas kasus suap mantan Bupati Cirebon Suniaya Purwadi Sastra.

Sunjaya saat berada di Pengadilan Tipikor Bandung

Sunjaya saat berada di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (22/5/2019)./Foto: Arief

 

Hal ini karena kasus suap yang diterima dari bawahannya sebesar Rp 100 juta pada bulan Oktober 2018 lalu. Hakim Ketua memutuskan Sunjaya dihukum penjara lima tahun, serta putusan pidana tambahan, yakni berupa pencabutan hak politik.

“Sunjaya ini dalam artian tak bisa dipilih setelah bebas nantinya dari vonis 5 tahun. Sunjaya akan menjalani terlebih dahulu 5 tahun di dalam penjara,” jelas ketua majelis hakim di ruang pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (22/5/2019).

Hakim ketua menyebutkan Sunjaya telah menyalahgunakan wewenang dalam melakukan tindak pidana tersebut.

“Karena perbuatannya itu, kepercayaan publik menurun sehingga hak politiknya harus dicabut, untuk tidak bisa dipilih selama lima tahun ke depan,” terangnya.

Hakim juga berpendapat, bahwa terdakwa memiliki jabatan dalam menjalani amanah rakyat sebagai Bupati Cirebon.

“Jabatan itu strategis, termasuk puncak eksekutif, terdakwa ini terpilih dari hasil Pemilu Pilkada langsung, namun tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menyukseskan agenda di Kabupaten Cirebon guna mewujudkan good government,” jelas Hakim.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds