Berikut Daftar Pendukung Prabowo-Sandi yang Ditangkap Polisi

Pendukung Prabowo Sandi yang ditangkap polisi (firdaus)

Pendukung Prabowo Sandi yang ditangkap polisi (firdaus)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Beberapa pendukung Prabowo-Sandi ditangkap polisi akibat panasnya Pilpres 2019. Pendukung Prabowo ini menyebut Pilpres 2019 curang hingga timbul ujaran kebencian.

Ada sekitar 4 pendukung Prabowo-Sandi yang terpantau publik ditangkap oleh polisi karena panasnya situasi politik nasional usai Pilpres pada 17 April lalu.

Mereka dituduh atas kasus dugaan penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, hingga tindakan berbuat makar.

1.Lieus Sungkharisma

Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma dilaporkan ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan makar. Pendukung kubu 02 ini lalu ditangkap polisi pada Senin (20/5).

2. Eggi Sudjana

Pengacara dan aktivis Alumni Persaudaraan 212 Eggi Sudjana menjadi tersangka atas kasus dugaan makar.

Dia diduga menyerukan makar, saat berpidato di depan kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Eggi ditahan atau ditangkap pada Selasa (14/5).

Dia ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya.

Eggi dijerat Pasal tentang menyiarkan suatu kabar yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat yang diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

3. Hermawan Susanto

Seorang pemuda pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi, Hermawan Susanto ditangkap oleh polisi 14 Mei 2019 usai videonya yang mengancam Presiden Jokowi viral.

Dia menyebut kepala Jokowi harus dipenggal dalam salah satu videonya ketika berada di Bawaslu.

Hermawan ditangkap di rumah saudaranya di Parung, Kabupaten Bogor.

4. Hairil Anwar

Guru honorer asal Pamekasan Madura, Hairil Anwar (35) menyebut Jokowi anjing dan harus dibunuh. Honorer Hairil ditangkap karena status Facebook itu.

Guru honorer ini berasal dari Dusun Morsongai, Panaan, Pamekasan, Madura.

Dia diamankan Subdit V Cyber Crime Polda Jatim, Minggu (19/5).

Hairil menulis postingan ancaman untuk membunuh Presiden Joko Widodo di media sosial facebook.

Hairil menuliskan postingan ini di akun Facebook palsu bernama Putra Kurniawan. Postingan tersebut berisi, ‘bunuh saja tu Jokowi anjing,’.

 

Guru honorer di Pamekasan Madura yang ancam bunuh Jokowi (int)

Guru honorer di Pamekasan Madura yang ancam bunuh Jokowi (int)

(ral/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds