Begini Kiprah Nyata ACT Jadikan Ramadan Lebih Baik di Palestina

Ramadan di Palestina./Foto: Rmol

Ramadan di Palestina./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Aksi Cepat Tanggap (ACT) selalu mengikhtiaran agar Ramadan di Palestina lebih baik.

Hal ini lantaran bertahun-tahun lamanya warga Palestina menantikan Ramadan penuh kedamaian dan kebahagiaan tanpa bayang-bayang penjajahan.
Demikian disampaikan Senior Vice President ACT, N. Imam Akbari, Minggu (19/5).

Pada Ramadan ini, ACT berikhtiar meredam krisis kemanusiaan di Al-Quds atau Yerusalem. Imam menuturkan upaya tersebut dilakukan dengan penguatan di bidang pangan.

“Ramadan ini, ACT berikhtiar menyiapkan 100.000 paket iftar bagi penduduk Yerusalem dan murabitheen,” kata Imam.

Selain di Yerusalem, selama Ramadan ini, ACT juga menyiapkan total 250 ton pangan bantuan dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gaza. Bantuan itu didistribusikan kepada keluarga prasejahtera, yatim, lansia, keluarga dengan kepala keluarga difabel, di Gaza.

Perlu diketahui, menikmati ibadah Ramadan dengan damai menjadi salah satu momen berharga bagi warga Palestina yang masih terjajah Israel. Sebab, tidak jarang agresi atau pun persekusi otoritas Israel menerpa warga Yerusalem.

Seperti pada Jumat (17/5), Quds News Network melaporkan adanya pelarangan masuknya paket-paket iftar ke dalam gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kepolisian Israel melarang masuknya makanan iftar untuk para jemaah di dalam Masjid Al-Aqsa,” tulis Quds News Network pada akun Twitternya.

Sementara itu, Ahad (12/5) malam, Israel juga mengusir jemaah yang sedang melaksanakan salat malam di Al-Aqsa.

“Pada hari normal, setelah salat Isya, pihak Israel memeriksa semua area salat di kompleks Al-Aqsa untuk memastikan tidak ada yang tinggal di dalam,” terang seorang pejabat dewan wakaf yang mengawasi Al-Aqsa dan situs-situs suci muslim lainnya di Yerusalem, Hatem Abdel Qader, kepada Middle East Eye, sebagaimana dirilis Senin (13/5).

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds