BEM Bandung Raya Sorot Berbagai Persoalan Pemilu 2019

BEM Bandung Raya./Foto: Rmol

BEM Bandung Raya./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, BANDUNG–¬†Penyelenggaran Pemilu serentak 2019 yang menuai berbagai macam persoalan akhirnya disikapi¬†Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bandung Raya.

Bahkan tuntutan dilayangkan gerakan yang diisi sejumlah kampus di Bandung Raya itu.

Persoalan yang disoroti BEM Bandung Raya yakni instrumen pemilihan hingga banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit dan meninggal. Kejadian ini dapat dikategorikan sebagai bencana kemanusiaan.
“Ini harus dievaluasi secara seksama oleh semua pihak, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari,” kata Presiden Mahasiswa (Presma) UIN SGD Bandung, Oki Reval Julian dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (16/5) malam.

Menurutnya, intervensi tentu dialami petugas KPPS. Beban kerja yang tinggi sampai pada ancaman yang datang menghampiri menjadi tantangan tersendiri bagi petugas KPPS.

Beberapa hal itu menjadi triger membuka hati para elit politik untuk menghormati proses yang telah mereka kerjakan.

“Perhatian khusus harus diberikan kepada petugas KPPS dan jaminan-jaminan keselamatan, penanggulangan biaya kehidupan bagi keluarga yang ditinggalkan harus diberikan oleh pemerintah melalu instansi terkait di bawahnya,” tegas Oki.

Maka dari itu, kata Oki, BEM Bandung Raya menuntut seluruh penyelenggara pemilu untuk menjamin kesejahteraan dan keselamatan anggota KPPS yang menjadi korban.

“Kami juga menuntut pemerintah untuk meninjau kembali peraturan KPU nomor 03 tahun 2018 tentang KPPS,” tegasnya.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds