Ini Tanggapan MUI Jabar Maraknya Ajakan People Power

Buka puasa elemen dan tokoh masyarakat dan ulama Jawa Barat (arif)

Buka puasa elemen dan tokoh masyarakat dan ulama Jawa Barat (arif)

POJOKJABAR.com, BANDUNG — Menjelang 22 Mei, elemen ulama Jawa Barat berharap masyarakat Jawa Barat tak tergiur ajakan untuk ikut gerakan people power di Jakarta.

Menurut Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei bahwa MUI Jabar bertujuan mengingatkan masyarakat, khususnya di Jabar, untuk menyikapi situasi yang berkembang pada hari ini.

“Kami ulama berkumpul, agar di negara dan bangsa, yaitu tentang pilpres dan pileg, nampaknya banyak pernyataan yang tidak sesuai dengan bukti,” ungkap Ketua MUI Jabar usai pertemuan dengan pengasuh ponpes dan elemen ulama se Jabar di hotel Grand Pasundan, Rabu (15/5) malam.

“Oleh karena itu ajakan apapun untuk yang istilahnya people power, itu jangan diikuti. Itu hanya perbuatan yang mencoba menggiring atau membuat sebagian masyarakat untuk terbawa arus,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, bahwa people power dalam sistem kenegaraan, untuk menggangu pemerintahan yang sah itu disebut juga mugot, memberontak kalau dalam istilah fiqih.

“Itu bisa mengarah kepada inkonstitusional yang lebih, kalau dalam istilah negara itu makar. Ada niat untuk menggangu keabsahan pemerintahan itu sendiri,” tegasnya.

Jadi tujuan pertemuan ini, para ulama di Jabar, pondok pesantren, habib serta tokoh ormas Islam dan juga ulama di MUI, memberikan arahan penjelasan untuk menyikapi situasi seperti itu.

“Pertemuan ini agar mereka mengajak masyarakat supaya tidak ikut dan terprovokasi untuk people power itu,” paparnya.

Kedua, ulama Jawa Barat sepakat dan menegaskan sebetulnya mereka juga sudah memahami bahwa perlunya ketertiban sesuai dengan UU yang berlaku.

“UU yang sudah disepakati komitmen itu, yang berkaitan dengan pemilu itu dilaksanakan dengan KPU,” jelasnya.

“KPU sekarang sedang melaksanakan, tidak usah diganggu seperti pemilu curang, itu berjalan memperhatikan dan apabila ada, itu ada koridornya, ada aturan hukumnya,” jelasnya.

MUI Jabar berharap, dalam situasi bulan suci ramadhan ini, aspirasi tidak usah disampaikan di jalanan, langsung sampaikan secara proporsional.

“Jangan putus asa misalnya ini tidak didengar, belum tentu. Ada yang menyatakan bahwa ini memang sudah kita sampaikan ke Bawaslu,” jelasnya.

 

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds