Dosen Penantang Kapolri Jenderal Tito Siap Tanggung Resiko

Tersangka ujaran kebencian (baju putih) tampak keluar dari ruang reserse kriminal polres cirebon. Kirno/pojokjabar

Tersangka ujaran kebencian (baju putih) tampak keluar dari ruang reserse kriminal polres cirebon. Kirno/pojokjabar

POJOKJABAR.com, BANDUNG— Dosen penantang Kapolri Jenderal Tito Karnavian minta maaf. Iwan siap menanggung resiko apa yang dilakukannya dan semua diserahkan kepada Allah SWT.

Tersangka ujaran kebencian, yang merupakan warga Cirebon berinisial IAS (49), mengaku siap bertanggung jawab secara hukum atas kagaduhan videonya.

Yang berisi sikap perlawanan kepada Kapolri Jenderal Tito, hasutan, hoaks, ujaran kebencian dan adu domba TNI-Polri.

Baca :

Berburu Identitas Iwan Adi Sucipto Pattiwael, Pria Penantang Kapolri

Hal itu dikatakan IAS di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa, (14/5).

“Saya siap tanggung resikonya karena ini jalan hidup dan saya kembalikan ke yang menciptakan saya,” ucapnya.

IAS mengungkapkan, dirinya tidak menyadari bahkan tidak mengetahui bahwa video yang membawanya dalam jeratan hukum itu viral. Hingga akhirnya, pihak kepolisian menangkap Iwan di Kuningan.

“Saya di Kuningan lagi main. Nggak ngerti ditangkap karena apa. Ternyata ditangkap gara-gara video,” tuturnya.

Oleh karena itu, atas ulahnya tersebut IAS pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat jika video viralnya itu dinilai provokatif.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, sehingga tidak ada tersangka lainnya dengan kasus serupa dirinya.

“Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan jangan sampai terulang kembali, cukup di saya. Sekarang kita tenang, tunggu pengumuman tanggal 22 Mei (2019),” pungkasnya.

Perlu diketahui, polisi menjerat IAS dengan Pasal berlapis yakni Pasal 45A ayat (2) UU. RI. No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 Tahun.

Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU. RI. No. 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara setingi-tingginya sepuluh tahun.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds