Dosen Penantang Kapolri Jenderal Tito Dijerat Pasal Berlapis

Iwan Adi Sucipto terduga pelaku ujaran kebencian (kiri). Ist/pojokjabar

Iwan Adi Sucipto terduga pelaku ujaran kebencian (kiri). Ist/pojokjabar


POJOKJABAR.com, BANDUNG— Iwan Adi Sucipto Pattiwael, pria penantang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dijerat pasal berlapis. Iwan dianggap menyebar kebencian melalui media sosial.

Polda Jabar menjerat pasal berlapis terhadap pelaku penyebaran ujaran kebencian yang disebut mengadu domba institusi TNI dan Polri.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo mengatakan, bahwa pelaku dijerat pasal berlapis.

Pelaku dijerat pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sesuai Pasal 28 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 Tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000.

Pasal 14 ayat (1) UU. RI. No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana / ancaman hukuman penjara setingi-tingginya sepuluh tahun

Pasal 14 ayat (2) UU. RI. No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana / ancaman hukuman penjara setingi-tingginya tiga  tahun

Pasal 15 UU. RI. No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana / Ancaman hukuman penjara setingi-tingginya dua tahun,” jelasnya, senin (13/5).

Pelaku menurut Kabid Humas, memposting postingannya di media sosial Facebook Minggu sore 12 Mei 2019.

Pekerjaan pelaku merupakan dosen STIE Yasmi dan Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Darussalam Cirebon.

Pelaku beralamat di Jalan Fatahilah No. 06 RT.004 RW.001 Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kronologisnya, yakni pelaku membuat rekaman video tersebut sendiri menggunakan HP dengan cara  dipegang menggunakan tangan kiri dan tanpa menggunakan teks atau naskah.

Video dilakukan dengan cara spontan dengann durasi waktu selama 1 Menit 57 Detik.

Kemudian rekaman video tersebut oleh pelaku dibagikan ke 13 (tiga belas) Grup WA Pendukung Paslon Capres Prabowo-Sandi.

Dan Kontak WA Pribadi dan kemudian memposting (upload) rekaman video tersebut pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2019 sekitar jam 15.41 WIB.

Dan dilakukan dirumah Pelaku  yang beralamat di Jalan Sutomo No. 206 Gg. Salak I, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, ke akun Facebook pelaku dengan nama akun  Iwan Adi Sucipto Pattiwael.

Dari tangan pelaku, disita barang bukti satu buah Handphone (HP) merk Xiaomi 6A warna silver, Nomor Imei 1 : 868149037592116 dan Nomor Imei 2 : 868149037592124, dengan kartu (sim card) yang terpasang Kartu Simpati 0821 28367805, yang didalamnya ada 1 (satu) buah Kartu Memori 32 GB.

“Dalam kasus ujaran kebencian ini, penyidik memeriksa empat orang saksi,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Acara Maroon Day Universitas Pakuan (adi)

Maroon Day 2019 Hadirkan Feel Koplo

Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan (Unpak) Bogor melaksanakan Maroon Day. Acara ini juga menghadirkan guest …