Viral Video Hoax Bentrok Ormas di Bandung, Kronologis Sesungguhnya Bikin Dag Dig Dug

Bentrok Massa Di Bandung./Foto: Rmol

Bentrok Massa Di Bandung./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Perihal bentrokan dua kelompok massa yang berlangsung di dekat Pasar Anyar, Kota Bandung, akhirnya dibenarkan pihak Kapolsek Astanaanyar, Kompol Eko.

“Titiknya bukan di Astanaanyar, informasi yang kami peroleh, bahwa awalnya kericuhan terjadi di Braga, siangnya di Regol dan sore di wilayah Astanaanyar. Informasinya ada 12 orang menggunakan sepeda motor membawa parang dan pisau panjang,” kata Kompol Eko, Rabu (24/4).

Kompol Eko mengatakan, dalam peristiwa itu, belasan orang membawa senjata tajam berupa parang dan pisau. Tiga orang menjadi korban dalam bentrokan itu, yakni seorang anggota organisasi masyarakat (Ormas) dan dua warga yang terjebak dalam bentrokan itu.

“Dari saksi yang kami mintai keterangan mengatakan bahwa, secara tiba-tiba sore tadi ada orang yang berteriak-teriak bertanya, mana orang Manggala, mana orang Manggala,” katanya.

Diakui Kompol Eko, kondisi di Astanaanyar  kini sudah kondusif. “Dari sore tadi sudah kondusif, hanya sebentar saja bentroknya. Pak Kapolrestabes Bandung juga tadi sudah mengumpulkan massa di daerah Tegalega Bandung,” katanya.

Viral Video Hoax Bentrok Ormas di Bandung, Kronologis Sesungguhnya Bikin Dag Dig Dug

Video viral bentrok ormas di Bandung ternyata video lama./Foto: Istimewa

 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kantor Berita RMOLJabar (Pojokjabar.com group), Jajaran Polrestabbes Bandung, Kodim BS dan Forum Ormas ke Sekre MPW PP telah melakukan pertemuan di suatu tempat makan di Jalan Asia Afrika, Bandung.

Informasi mengenai pembakaran sekretariat organisasi masyarakat (Ormas) Manggala Garuda Putih di Jalan Lembong, Bandung, yang dibakar sekolompok orang tidak dikenal ternyata kabar hoax.

Tidak ada pembakaran di sekre tersebut. Kejadian sebenarnya hanyalah perusakan dengan pelemparan yang membuat kaca depan sekre pecah.

Berdasarkan pantauan, kondisi sekre Manggala memang sudah diberi garis polisi. Kaca yang pecah masih dibiarkan berserakan di depan gedung.

Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Choirudin, memastikan video itu tidak benar. Hal tersebut untuk menepis video yang tersebar di media sosial.

“Bohong itu,” ucapnya di Kota Bandung, Rabu (24/4).

Disinggung kemungkinan adanya bentrokan lanjutan, pihaknya enggan memberikan komentar.

“Saya lagi sakit perut,” ucapnya sambil berlalu ke sebuah cafe di samping sekretariat Manggala.

Perlu diketahui, hingga saat ini, kepolisian dari Polsek Sumur Bandung beserta dengan sejumlah anggota Brimob masih berjaga di dekat sekre Manggala garuda Putih.

(gan/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds