Demi Hilangkan Cebong dan Kampret, Dosen Unpad Ini Usul Jokowi-Prabowo Naik Kuda

Jokowi-Prabowo./Foto: Istimewa

Jokowi-Prabowo./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Penggunaan istilah cebong dan kampret hingga saat ini masih dapat kita temui, khususnya di media sosial.

Hal ini terjadi pasca Pilpres 2019 dimana masyarakat Indonesia masih terbelah dua.

Begitu diungkapkan Dosen Departemen Psikologi Klinis, yang juga Asosiat di Pusat Psikologi Unpad, Ahmad Gimmy Prathama,  kepada kantor berita RMOLJabar  (Pojokjabar.com group), Minggu (21/4).

“Mudah-mudahan kalau sudah selesai semuanya bisa jadi ada islah sehingga kelompoknya jadi cepret, Cebong kampret bersatu,” katanya.

Sehingga sambung Gimmy, saat ini istilah “kita” akan jauh lebih baik digunakan daripada “kami” dan “mereka”.

“Mereka dengan kami, ini harus digabung jadi kita, tidak ada lagi istilah kami dan mereka” ujarnya.

Selain itu Gimmy juga berharap kedua Capres dapat segera bertemu dengan langsung, untuk meredam perpecahan yang ada di masyarakat, seperti halnya yang pernah dilakukan keduanya pada 2014 lalu.

“Waktu itu dicontohkan Prabowo dan Jokowi sama-sama naik kuda, saling berkunjung, itu hal yang sangat manis, itu yang bisa sejukan suasana,” ujarnya.

Menurutnya hal seperti akan bagus jika dimunculkan kembali, dari pada hanya sekedar mengirim utusan.

“Tapi yang jauh lebih baik mereka bisa ketemu dan mendinginkan suasana, terus nyatakan yang terbaik untuk Indonesia itu  seperti apa. Kalau mereka sepakat maka masyarakat juga sepakat,” tandasnya.

(son/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds