Anggota KPPS Karawang Meninggal karena Kelelahan, Lebih 14 Orang Gugur di Pemilu Serentak

Anggota KPPS di Karawang Jawa Barat yang meninggal (rmol)

Anggota KPPS di Karawang Jawa Barat yang meninggal (rmol)

POJOKJABAR.com, KARAWANG— Kabar duka kembali datang akibat perhelatan pemilu serentak 2019. Lebih 14 orang meninggal di Jawa Barat dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

Terbaru, Agus Mulyadi (56), anggota KPPS yang bertugas di TPS 38 Kelurahan Karawang Kulon, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, meninggal usai menjalankan tugas mengawal penghitungan suara.

Sebelumnya, untuk Kabupaten Karawang, anggota KPPS yang gugur yakni Yaya Suhaya (71) yang bertugas di TPS 04 Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari.

Yaya meninggal diduga karena sakit, dan sudah dimakamkan pihak keluarga pada Kamis (18/4) kemarin.

Baca :

12 Petugas KPPS di Jabar Meninggal Saat Proses Pilpres 2019 Masih Berjalan

Total sudah ada 14 orang yang meninggal KPPS di Jawa Barat dari informasi dihimpun Pojokjabar.com.

Sebelumnya, dua petugas KPPS meninggal dunia di Kabupaten Bogor yaitu Rusdiono (60), Ketua KPPS di TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, meninggal dunia Kamis (18/4) malam.

Kemudian Ketua KPPS TPS 09, Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk,  Jaenal, meninggal dunia saat bertugas di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (17/4) sore.

Sementara dari laporan yang diterima KPU Jabar, 10 orang petugas KPPS yang meninggal itu berasal dari lima kabupaten-kota yaitu Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dan Ciamis.

“Sejauh ini ada sekitar 10 orang. Ini laporan dari petugas KPPS dari lima kota-kabupaten,” ucap Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok di kantor KPU Jabar, Kota Bandung, Jumat (19/4).

Dan kabar duka Kabupaten Karawang ini dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Miftah Farid. Menurutnya, anggota yang gugur tersebut diduga kelelahan.

“Benar mendapat laporan anggota KPPS yang bertugas di TPS 38 meninggal dunia,” kata Farid, Minggu (21/4).

“Dia (Agus Mulyadi) telah menjadi pejuang demokrasi mengawal pemilu hingga menghembuskan napas terakhir,” ucapnya.

“Sudah dua orang sampai hari ini,” tutur Miftah.

“Selaku ketua KPU Kabupaten Karawang turut berduka cita dan secara lembaga memberikan uang santunan kepada keluarga almarhum,” pungkasnya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds