Si Cantik Siesa Darubinta Tertunduk Digarap KPK 8 Jam, Temani Bowok Sidik Saat OTT KPK

Teman Bowo Sidik saat ditangkap KPK, si cantik Siesa Darubinta (net)

Teman Bowo Sidik saat ditangkap KPK, si cantik Siesa Darubinta (net)

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Wanita cantik Siesa Darubinta, teman wanita Bowo Sidik Pangarso saat OTT KPK di apartemen kawasan Permata Hijau. Siesa digarap KPK 8 jam soal kasus korupsi ini.

Siesa Darubinta perempuan berparas cantik itu keluar dari gedung KPK sekira pukul 16.45 WIB, Senin (15/4). Dia hanya jalan tertunduk dan menghindari sorotan kamera wartawan.

Siesa yang didampingi seorang lelaki lanjut usia berbatik corak biru keluar darigedung antirasuah setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 8 jam.

Siesa tak berkomentar apapun saat ditanya ada hubungan apa antara dirinya dengan Bowo Sidik, ia hanya tertunduk dan terburu-buru memasuki mobil jempuannya.

Siesa sesekali agak mengerutkan dahinya dan bungkam saat terus dicecar pertanyaan oleh awak media.

“Siesa diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti alias (AWI),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (15/4).

Saat OTT Bowo, Siesa terjaring dan ikut diamankan penyidik KPK lantaran tengah bersama Bowo Sidik dan sopirnya di sebuah apartemen yang belakangan diketahui milik Bowo Sidik sendiri.

Sebanyak tiga orang tersangka telah ditetapkan dalam perkara ini. Di antaranya, Bowo Sidik Pangarso (BSP), Indung alias (IND) dan Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti alias (AWI).

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia untuk biaya angkut yang diterima dengan komitmen fee sebesar 2 dolar AS per metric ton.

Bahkan, Bowo Sidik diduga telah menerima sebanyak tujuh kali hadiah maupun dugaan suap dari PT (HTK).

Adapun, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lain telah berhasil disita KPK sebesar Rp 8 miliar. Uang tersebut dihimpun oleh Bowo Sidik untuk kepentingan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK berhasil membongkar uang Rp 8 miliar yang sudah dimasukkan ke dalam ratusan ribu amplop dengan pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu. Amplop-amplop itu didapati stampel cap jempol yang diduga untuk ‘serangan fajar’ Pemilu 2019.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds