UAS Difitnah! Dukungan dan Simpati Terus Mengalir, Terkini Demokrat dan HMI

Ustadz Abdul Somad dan Capres Prabowo Subianto./Foto: Istimewa

Ustadz Abdul Somad dan Capres Prabowo Subianto./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Partai Demokrat dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memberikan dukungan kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) yang difitnah usai mendukung Prabowo-Sandi.

Dukungan terus mengalir kepada pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang difitnah oleh orang-orang tak dikenal melalui media sosial beberapa hari belakangan ini.

UAS difitnah telah diberi hadiah rumah sebagai imbalan untuk memberi dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca :

Debat Kelima Capres, Jokowi Tampil Buruk dan Nyaris KO, Sandiaga Uno Jadi Bintang

Menanggapi fitnah tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan bahwa mereka akan selalu berdiri dalam memberi pembelaan kepada UAS.

“Ustadz Somad yang kami muliakan dan hormati. Kami seluruh kader Demokrat berdiri membela ustadz dari fitnah dan serangan para Dajjal dan PKI,” katanya.

“Kami berdiri menjaga ustadz dari serangan apapun. Saya secara pribadi menaruh hormat sebesar-besarnya untuk UAS,” tegas Ferdinand dalam akun Twitter pribadinya.

Ferdinand turut mengunggah foto Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama dengan UAS dalam unggahan tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan oleh kader Demokrat Andi Arief. Dia mengunggah foto AHY dan UAS sembari memastikan Demokrat akan selalu bersama dengan pendakwah asal Riau itu dalam menghadapi fitnah.

“UAS yang kami hormati, pada mereka yang berhati sempit, hadapi dengan keluasan hatimu. Demokrat Bersamamu!” ungkap Andi Arief.

Sebelumnya, Ketua bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Jakarta Pusat Utara, Fadli Rumafeking mendesak agar aktor fitnah terhadap UAS diusut oleh penegak hukum.

“Penegak hukum harus segera mengusut tuntas otak intelektual di balik fitnah keji yang ditujukan kepada Ustadz Abdul Somad,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/4).

Fadli menegaskan saat ini elite politik di Indonesia tengah mempraktikkan pepatah klasik dunia politik, yaitu homo homini lupus atau manusia adalah serigala bagi sesamanya.

Utamanya, yang dianggap berbeda akan dimangsa.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds