Tahun Ini, DLH Kota Cimahi Targetkan Program Zero Waste Capai 70 Persen

Terlihat pemilahan sejumlah tempat sampah untuk menyukseskan zero waste.

Terlihat pemilahan sejumlah tempat sampah untuk menyukseskan zero waste.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Program Zero Waste Cities di Kota Cimahi baru mencapai 10 persen dari total 40 RW yang dicanangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi sejak tahun 2018. Program tersebut diharapkan bisa mewujudkan nol sampah di Kota Cimahi.

Salah satu upaya mewujudkan zero waste adalah dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

“Baru sekitar 10 persen. Itu yang Door to Door Education (DTDE). Terus akan kita sosialisasikan,” ungkap Kepala DLH Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kamis (11/4/2019).

Ia mencontohkan minimal masyarakat bisa memilah mana yang termasuk sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, pemanfaatan gas metan (kompor)/biodigester, serta pupuk cair. Sementara anorganik bisa didaur ulang atau dijual dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Setidaknya dengan kegiatan itu timbunan sampah yang diproduksi bisa dikurangi sejak dari rumah tangga,” katanya.

Pihaknya bakal terus mengedukasi masyarakat dengan cara DTDE atau sosialisasi langsung terhadap masyarakat. Khususnya di 40 RW yang sudah dicanangkan sebelumnya.

“Targetnya, tahun ini zero waste mencapai 70 persen di 40 RW tadi. Kita akan terus edukasi masyarakat supaya sampah bisa dipilah sejak di rumah,” jelasnya.

Jika program itu terus berkembang, artinya setiap rumah tangga bisa menerapkan program zero waste, pihaknya meyakini volume sampah di Kota Cimahi bakal terus berkurang dalam dua tahun ke depan. Saat ini, volume sampah Kota Cimahi per harinya mencapai 300 ton.

Dari jumlah itu, yang bisa terakomodir pembuangan ke TPA Sarimukti hanya 200 ton per hari. Jika program itu sukses, maka beban sampah yang harus dibuang pun otomatis berkurang.

“Kita berharap, pengelolaan sampah ini tinggal menyisakan residu untuk diangkut. Sekarang kan masih banyak penumpukan sampah di pinggir jalan,” tandasnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

loading...

Feeds