KPK Endus Keterlibatan Pihak Lain Usai Kalapas Sukamiskin Wahid Husein Divonis 8 Tahun

Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (foto detik)

Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (foto detik)

POJOKJABAR.com, BANDUNG— KPK akan mencermati keterlibatan pihak lain dalam kasus suap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. KPK mencermati nama yang disebut dalam fakta persidangan.

Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Senin (8/4/2019) mengatakan, terkait dengan nama-nama lain yang disebutkan dalam fakta persidangan kasus suap Wahid Husein, mereka akan pelajari lebih lanjut.

“Fakta-fakta yang muncul dan diuji di persidangan akan kami cermati, khususnya pertimbangan hakim yang menguraikan peran pihak lain,” katanya.

Baca :

Usai Divonis 8 Tahun Penjara, Kalapas Sukamiskin Wahid Husein Merasa Kepalanya Pusing

Febri Diansyah mengatakan, KPK mengapresiasi putusan majelis hakim tersebut. Dia menyatakan KPK masih pikir-pikir apakah menerima atau menempuh upaya hukum lainnya.

“Hal tersebut akan kami pertimbangkan dalam masa pikir-pikir ini,” ujarnya.
Sebelumnya, mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein divonis hakim Pengadilan Tipikor Bandung 8 tahun penjara. Keluarga Wahid Husein menangis mendengar vonis ini.

Usai persidangan, tampak keluarga Wahid Husein menangis mendengar putusan hakim tersebut. Keluarga Wahid Husein memeluk dan mencium serta mengelilingi Wahid Husein usai sidang vonis.

Dalam Amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Dariyanto menetapkan hukuman terhadap Wahid Husein sesuai dengan pasal 12 Huruf b Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20/2011 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Wahid terbukti bersalah, karena menerima suap dari narapidana di Lapas Sukamiskin, salah satunya dari Fahmi Darmawansyah yang telah divonis dalam kasus ini,” ungkap majelis hakim, Senin (8/4).

“Wahid menerima pemberian mobil Mitsubishi Tritton double cabin, sepasang sepatu boot, sandal merek Kenzo, tas mewah merek Louis Vuitton, dan uang Rp39,5 juta,” jelas Ketua Majelis Hakim Dariyanto, di ruang sidang 5 Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (8/4).

Wahid juga dinilai telah mendirikan fasilitas mewah di dalam Lapas Sukamiskin.

Misalnya terhadap terdakwa Fahmi, mendapatkan sejumlah fasilitas istimewa di Lapas Sukamiskin.

Di antaranya bebas keluar-masuk lapas, membuat saung elite, dan ruangan khusus atau dikenal bilik asmara yang digunakan untuk berhubungan suami istri.

“Selain digunakan Fahmi, bilik cinta itupun disewakan ke napi lain,” jelasnya.

 

(ral/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds