Bendera Partai Bulan Bintang Disita dari Kampanye Akbar Prabowo, Ini Komentar Yusril

Bendera PBB yang disita FPI saat kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK) (ist)

Bendera PBB yang disita FPI saat kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK) (ist)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Bendera Partai Bulan Bintang (PBB) disita saat akan dibawa masuk ke kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, Minggu (7/4). Yusril Ihza Mahendra pun menanggapi.

Foto penyitaan bendera PBB di halaman Gelora Bung Karno (GBK) ini viral di media sosial sejak Minggu pagi. Seperti diketahui, selama ini PBB mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara yang kampanye akbar di GBK pada Minggu pagi adalah pasangan Prabowo-Sandi.

Baca :

Pidato Kampanye Akbar di GBK, Prabowo Ancam Gubernur dan Bupati yang Menakuti Rakyat

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengucapkan terima kasih ke beberapa pihak atas penyitaan itu. Menurut Yusril, bendera itu dibawa secara ilegal ke arena kampanye Prabowo-Sandi di GBK.

“Pada satu sisi PBB berterima kasih pada PKS dan FPI yang telah menyita bendera PBB yang dibawa secara ilegal ke Gelora Bung Karno,” kata Yusril kepada wartawan, Minggu (7/4).

Dengan penyitaan itu, kata Yusril, PKS dan FPI telah membantu menegaskan bahwa PBB memang tidak mendukung Prabowo-Sandi, tetapi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Yusril menduga bendera PBB itu dibawa oknum. Meski demikian, dia merasa PBB tidak dipermalukan atas kejadian penyitaan itu.

Pada sisi lain, bendera PBB yang dibawa secara ilegal itu, mungkin sengaja dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kemudian sengaja disita dan dicampakkan di lokasi GBK.

“PBB takkan pernah tenggelam, betapapun Imam Besar FPI teriak-teriak ingin menenggelamkannya,” ujarnya.

Sebaliknya, menurut Yusril, kalau polemik ini berterusan antara Yusril dengan Habib Rizieq, bisa saja Imam Besar FPI yang malah makin tenggelam karena kredibilitasnya makin runtuh di mata umat Islam.

Atas penyitaan bendera PBB dari arena kampanye Prabowo Sandi itu, DPP PBB, kata Yusril, tidak perlu lagi mengerahkan Brigade Hizbullah untuk menurunkan bendera tersebut karena sudah dilakukan PKS dan FPI.

 

(ral/int/pojokjabar)

loading...

Feeds