Ratna Sarumpaet dan AKP Sulman Azis Sama-sama Bohong ke Publik, Ratna Pilih Sikap Beda

Ratna Sarumpaet./Foto: Istimewa

Ratna Sarumpaet./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Ratna Sarumpaet dan AKP Sulman Azis memiliki kesamaaan dalam hal pengakuan bahwa telah berbohong dalam pernyataan resmi ke media massa nasional.

“Dia kan tapi polisi kan. Saya kan bukan polisi,” katanya santai saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Ratna Sarumpaet pun memilih pasrah seperti terlihat pada raut muka terdakwa kasus penyebaran informasi bohong Ratna Sarumpaet terkait perbedaan perlakuan yang diterima dirinya dengan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis.

 

Perlu diketahui, Ratna disidang karena telah menyebarkan informasi hoax dengan mengatakan kalau lebam di wajahnya karena dianiaya oleh 2 sampai 3 orang tidak dikenal. Padahal sebenarnya lebam itu timbul karena efek samping pasca operasi sedot lemak wajah di sebuah klinik kecantikan.

Sementara itu, AKP Sulman Aziz juga mengaku telah melakukan kesalahan dengan menyebut kalau Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna telah memerintahkan para Kapolsek di bawahnya untuk menggalang dukungan bagi Paslon 01, Joko Widodo-Maruf Amin. Apabila Jokowi-Maruf kalah di wilayah mereka, maka akan ada sanksi.

Namun selang sehari setelah pemberitaan tentang pengakuannya itu viral, tiba-tiba Sulman Azis malah mengaku telah melakukan kesalahan, lantaran tengah emosi. Dirinya emosi karena tak terima dimutasi dari Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Diminta pendapatnya tentang itu, Ratna Sarumpaet enggan berkomentar.

“Tanya polisi dong,” pungkasnya dilansir Kantor Berita Politik RMOL (Pojokjabar.com group).

Sebelumnya diberitakan,  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi kasus AKP Sulman Aziz. Fahri membandingkan penanganan kasus ini dengan hoaks Ratna Sarumpaet. Keduanya sama-sama bohong.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi perbedaan penanganan kasus AKP Sulman Aziz dengan Ratna Sarumpaet. Fahri menyindir soal netralitas kepolisian terkait dua kasus ini.

“Mau bilang aparat netral gimana coba? Sedih, hukum hancur di zaman petahana (Jokowi). Luluh lantak…!” ujar politisi asal NTB ini di akun twitternya @Fahrihamzah, Selasa (3/4).

Fahri mengatakan, penanganan dua kasus jadi contoh hukum dirusak dengan politik belah bambu.

“Beginilah cara hukum dirusak dengan politik belah bambu. Ada yang diangkat dan ada yang diinjak,” pungkasnya.

(dhn/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds