Polisi Ini Beberkan Cara Membongkar Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet di Persidangan

Ratna Sarumpaet dan anaknya Atiqah Hasiholan.

Ratna Sarumpaet dan anaknya Atiqah Hasiholan.

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Saksi dari kepolisian, Niko Purba, menceritakan penyelidikan yang dilakukannya di persidangan dalam membongkar hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet September 2018 lalu.

Niko merupakan penyidik di Polda Metro Jaya. Niko duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus hoax penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

Informasi awal yang didapat polisi disebut Niko berupa kabar penganiayaan terhadap Ratna di Bandung, Jawa Barat.

“Mendapat informasi itu, kami mendalami agar fakta-fakta bisa diungkap,” katanya.

Polisi mengecek foto-foto yang menunjukkan luka lebam Ratna yang beredar luas di media sosial maupun aplikasi perpesanan WhatsApp.

Salah satu yang dicek polisi dari foto yang viral itu adalah latar belakang foto yang diduga polisi sama dengan latar di salah satu kamar pada Rumah Sakit Khusus Bina Estetika di Menteng, Jakarta Pusat.

“Dari wallpaper-nya itu sama dengan latar yang di RS. Saya konfirmasi, pihak rumah sakit menyatakan benar,” kata Niko.

Selain itu, polisi mendapati sejumlah bukti bila Ratna berada di rumah sakit itu pada tanggal yang diklaim Ratna terjadi penganiayaan.

“Bukti yang diperoleh, Ratna menjalani rawat inap dan operasi pada tanggal 21 sampai 24 September,” ujar Niko.

“Dari keterangan saat interogasi, saya melihat dokumen jadwal operasi, dokumen kuitansi, dan struk debit,” imbuh Niko.

Niko juga menyebutkan tentang adanya rekaman kamera pemantau atau CCTV rumah sakit.

Dari CCTV itu, Niko mengatakan Ratna tampak keluar dari rumah sakit pada tanggal 24 September 2018, yang semakin menguatkan keyakinan polisi bila Ratna tidak mengalami penganiayaan di Jawa Barat.

Akibat rangkaian cerita bohong tersebut, menurut jaksa dalam surat dakwaan, timbul kegaduhan dan/atau keonaran di kalangan masyarakat.

Atas perbuatannya, Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Ratna Sarumpaet acungkan dua jari di sidang (ist)

Ratna Sarumpaet acungkan dua jari di sidang (ist)

 

(ral/int/pojokjabar)

loading...

Feeds