Ridwan Kamil Sampaikan Alasan Subjektivitasnya Saat Bentuk TAP Jabar

Ridwan Kamil. (Adi/pojokbogor.com)

Ridwan Kamil. (Adi/pojokbogor.com)

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Ridwan Kamil mendapatkan berbagai komentar dari berbagai kalangan.

Komentar tersebut terkait pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jabar yang dicanangkan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat.

Sejumlah anggotanya yang memiliki kedekatan khusus dengan Ridwan Kamil, dianggap berpotensi memunculkan konflik kepentingan. Mulai dari mantan timsesnya saat Pilgub 2018 hingga adik kandungnya, Elpi Nazmuzzaman.

Menaggapi hal tersebut, Ridwan Kamil mengatakan, pembentukan TAP tersebut sangat diperlukan untuk mendapat masukan dari pihak-pihak spesifik, yang kompetensinya tidak dimiliki oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Jabar.

Menurutnya, hal tersebut dibentuk dengan merujuk pola yang diadopsi Jakarta, juga berdasarkan pengalaman menjabat sebagai Wali kota Bandung.

“Kesimpulan saya selama lima tahun jadi wali kota, enggak bisa pemerintah bekerja sendiri. Saya perlu tim yang menasehati dan memperlancar urusan-urusan yang kadang tidak ada spesifikasinya di ke OPD-an,” ucap Emil sapaan akrabnya, Rabu (20/3).

Dirinya pun mengakui, jika pemilihan anggota TAP memang dilandasi subjektivitas. Pasalnya, dia harus memilih orang yang memiliki chemistry dengannya di samping kompetensi mumpuni.

“Kriteria di TAP memang subjektif, penilaiannya pertama kompetensi kedua chemistry. Kompetensi tanpa chemistry nanti tidak produktif. Kalau chemistry tanpa kompetensi, bagi saya itu KKN,” katanya.

“19 orang ini memang bisa dipertanggungjawabkan spesifikasinya, keahliannya memang saya butuhkan,” sambung Emil dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar (Pojokjabar.com group).

Selain membentuk tim yang berlaku sebagai penasehat gubernur, Emil juga berencana akan membentuk tim-tim serupa di level kedinasan.

“Nanti dinas-dinas pun akan ada tim penasehatnya, fungsinya sebagai narasumber. Jadi terbagi tiga kelompok, dari dunia akademik, enterpreneur, dan masyarakat. Nanti akan dapat dilihat nama-nama orang yang menasehati Disnaker, Dispora, dan sebagainya,” pungkasnya.

(gan/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds