Kenang Seminggu Penembakan Jamaah Masjid, Azan Jumat Disiarkan Langsung di TV Selandia Baru

Warga Selandia Baru berduka bagi korban penembakan jamaah masjid di sana (Reuters/ jorge silva)

Warga Selandia Baru berduka bagi korban penembakan jamaah masjid di sana (Reuters/ jorge silva)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Suara azan sholat Jumat akan disiarkan langsung di televisi–televisi Nasional Selandia Baru mengenang seminggu penembakan jamaah masjid yang menewaskan 50 orang.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, juga secara resmi mengumumkan akan mengheningkan cipta selama dua menit pada Jumat (22/3) untuk mengenang korban penembakan teroris di masjid kota Christchurch.

Mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada Muslim dan keluarga korban penembakan massal tersebut.

Ardern mengatakan banyak orang Kiwi (panggilan untuk warga Selandia Baru) ingin mengungkapkan kesedihan mereka seminggu setelah serangan mengerikan yang menewaskan 50 orang itu.

“Untuk mengenang para korban akan ada mengheningkan cipta selama dua menit hari Jumat ini. Kami juga akan menyiarkan secara nasional panggilan adzan melalui TVNZ dan RNZ,” katanya seperti dilansir dari stuff.co.nz, Rabu (20/3).

Ardern mengatakan bahwa sejak teror yang merenggut 50 nyawa pada Jumat pekan lalu itu, banyak warga Selandia Baru ingin menunjukkan dukungan mereka kepada komunitas Muslim agar tetap leluasa beribadah.

Selain itu, menurut Ardern, ada pula keinginan untuk memperingati momen sepekan setelah tragedi Christchurch tersebut.

Dengan pengumuman ini, Ardern semakin menjadi perbincangan di jagad maya. Sebelumnya, Ardern disanjung karena dianggap sangat cepat menanggapi serangan teror tersebut.

Sehari setelah insiden, Ardern langsung mengumumkan bahwa ia akan berupaya merevisi undang-undang kepemilikan senjata di negaranya.

Ia juga mengucapkan “Assalamualaikum” saat mengawali pernyataan perdananya di parlemen pasca-teror Christchurch pada Selasa (19/3).

Dalam pidato tersebut, Ardern bersumpah tidak akan menyebutkan nama pelaku penembakan massal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood tersebut.

“Anda semua tidak akan pernah mendengar saya menyebut namanya. Dia adalah teroris, dia adalah seorang kriminal, dia adalah seorang ekstremis. Dia tidak akan memiliki nama ketika saya yang berbicara,” ucap Jacinda di depan parlemen pada Selasa (19/3) seperti dikutip CNN.

“Kepada Anda semua, saya mohon sebutlah nama-nama mereka yang menjadi korban daripada orang yang mengambil nyawa mereka. Dia (pelaku) mungkin mencari ketenaran, tetapi kami tidak akan memberikan itu, bahkan namanya sekalipun,” katanya.

 

(ral/int/pojokjabar)

loading...

Feeds

ilustrasi haji

Haji 2019, Berangkat Haji Maju Sehari

Kloter pertama pemberangkatan jamaah haji Indonesia 2019, bakal diberangkatkan lebih awal. Dijadwalkan Kloter 1 jamaah haji akan berangkat mulai 6 …