Satu WNI Meninggal dan 1 Masih di ICU, Korban Penembakan Jamaah Masjid Selandia Baru

Warga Selandia Baru berduka bagi korban penembakan jamaah masjid di sana (Reuters/ jorge silva)

Warga Selandia Baru berduka bagi korban penembakan jamaah masjid di sana (Reuters/ jorge silva)

POJOKJABAR.com, JAKARTA – WNI yang menjadi korban penembakan di masjid Selandia Baru Muhammad Abdul Hamid, meninggal, Sabtu (16/3). Sementara Zulfirman Syah masih dirawat intensif.

Zulfirman Syah bersama anak laki-lakinya Averroes menjadi korban penembakan massal di masjid Lindwood, Christchurch saat salat Jumat, 15 Maret 2019.

Informasi dari juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir kemarin mengatakan, Zulfirman Syah dirawat di ICU dan anaknya dirawat di ruang perawatan biasa di rumah sakit Christchurch Public Hospital.

Sementara istri  Zulfirman Syah, Alta Marie, melalui akun Facebook-nya @Alta Marie mengatakan, Zulfirman melindungi anak mereka selama serangan di Linwood Islamic Centre, yang menyebabkan dia menerima sebagian besar peluru dan lebih banyak luka kompleks daripada Averroes.

“Dia dalam kondisi stabil mengikuti eksplorasi ekstensif dan operasi rekonstruksi yang dia miliki sebelumnya hari ini,” katanya.

Sementara dia masih dalam unit perawatan intensif, dia akan pindah ke bangsal umum setiap kali dianggap layak (kemungkinan di hari berikutnya atau lebih).

Sementara jalan menuju pemulihan akan panjang, kondisinya baru saja membaik sejak dia tiba di rumah sakit kemarin (Jumat).

“Averroes mengalami cedera minor dan menjalani operasi pagi ini untuk mengekstrak beberapa pecahan peluru saat memeriksa luka internal,” jelasnya.

“Dia pulih dengan baik dan telah ceria sambil menjaga staf di bangsal anak-anak terhibur dengan sifat-sifatnya yang cerewet dan energik,” kata Alta Marie dalam akun Facebook-nya.

Sementara, menurut rilis Kementerian Luar Negeri RI, kabar duka Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid disampaikan pengurus Masjid Al Noor di Christchurch Sabtu sore waktu setempat.

Menlu RI Retno Marsudi langsung menghubungi Nina, istri almarhum, setelah mendapat kabar.

“Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam Pemerintah Indonesia atas meninggalnya almarhum,” tulis rilis Kemenlu RI.

Menlu Retno juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Duta Besar RI, akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

(ral/int/pojokjabar)

loading...

Feeds