Status Facebook Istri Zulfirman Syah Ungkap Kondisi Suaminya

Zulfirman Syah, korban penembakan brutal di Masjid Christchurch./Foto: Instagram

Zulfirman Syah, korban penembakan brutal di Masjid Christchurch./Foto: Instagram


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Satu dari tiga pria yang ditangkap terkait penembakan massal di Christchurch telah didakwa.

Hal tersebut dipastikan pihak Kepolisian Selandia Baru.

Pihaknya pun mengaku akan menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Chirstchurch besok, Sabtu (16/3/2019).

Seperti dilansir dari JPNN (Pojokjabar.com group), Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush tidak memberikan informasi lebih jauh mengenai identitas pria tersebut.

Baca : 40 Jamaah Sholat Jumat Tewas Diberondong di Masjid di Selandia Baru, 6 WNI Berada di dalam Masjid

 

Dia hanya mengatakan bahwa seorang pria 28 tahun telah didakwa dan akan diadili besok. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih ditahan.

Bush pun menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa bertambah menjadi 49 orang. Sebanyak 41 tewas dalam serangan di masjid Deans Avenue.

Saat ini seluruh masjid di Selandia Baru berada dalam penjagaan ketat aparat. Penjagaan juga ditingkatkan di pusat-pusat keramaian.

Baca: Dua WNI Ayah dan Anak Jadi Korban Penembakan Jamaah Jumat di Masjid Selandia Baru

 

Sementara, sosok Zulfirman Syah diketahui menjadi korban penembakan brutal di Masjid Christchurch, Nez Zaeland, Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat.

Dalam postingan istri dari Zulfirman Syah, terpantau ada saudara Zul meninggalkan nomor teleponnya.

Status Facebook istri Zulfirman Syah

Status Facebook istri Zulfirman Syah./Foto: Facebook

 

Berikut isi postingannya yang sudah dibagikan sebanyak 501 kali hingga berita ini ditulis:

Suami saya Zulfirman Syah dan anak keduanya hidup, tapi terluka. Kedua tembakan dalam serangan hari ini di pusat islam linwood di christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan yang lalu). Suami saya, jul, ditembak di beberapa tempat dan memiliki pembuangan di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihat dia sejak dia telah di operasi. Aku baru-baru ini bersatu dengan anak laki-laki saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan belakang. Dia trauma, tapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan pesan-pesan kekhawatiran anda.

Sebelumnya diberitakan, dua warga negara Indonesia (WNI) jadi korban penembakan brutal di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru. Namun belum jelas asal kedua WNI ini yang baru pindah ke sana.

“Baru saja masuk informasi terdapat dua warga negara Indonesia yang terkena tembak di masjid tersebut. Itu merupakan ayah dan anak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir kepada wartawan, Jumat (15/3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kedutaan Besar RI di Wellington, kedua korban saat ini tengah dirawat di rumah sakit Christchurch Public Hospital.

Sang ayah berada di ruangan ICU, sementara anaknya dirawat di ruangan biasa.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds