Memasuki Perubahan Musim, Sejumlah Penyakit Ini Mulai Mengintai

Ilustrasi influensa atau penyakit menular. Istimewa

Ilustrasi influensa atau penyakit menular. Istimewa

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Memasuki musim perubahan cuaca khususnya di Kota Cimahi, diperkirakan sejumlah penyakit bakal menyerang warga.

Penyakit tersebut diantaranya diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), chikunguya, disentri, difteri, campak, pertusis, hingga flu burung.

Sejumlah penyakit tersebut ditemukan atas dasar catatan masing-masing Puskesmas yang ada di Cimahi. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit yang bisa menyerang kapan dan siapa saja. Sebab, kemunculan penyakit tidak dapat diprediksi.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, pihaknya saat ini terus memantau setidaknya 23 jenis penyakit yang rutin dilaporkan oleh Puskesmas setiap minggunya.

“Kita bisa lihat dari tren perminggu sebagai acuan kebijakan. Kalau ada kenaikan kasus yang cukup tinggi, maka ada standar penanganannya,” kata Rini.

Menurut dia, kondisi cuaca pada saat perubahan musim ini, akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara. Dengan begitu, kuman dan virus di sekitar manusia sangat mudah untuk berkembang.

Sehingga apabila kondisi tubuh tidak dalam keadaan prima, maka penyakit tersebut akan cepat menyerang ke dalam tubuh.

“Semua virus ini bisa saja menyerang terhadap orang yang kondisi tubuhnya sedang rendah, juga orang yang memiliki alergi,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Cimahi tahun 2019, kasus penyakit diare akut yang dilaporkan sebanyak 865 kasus, bahkan hingga bulan maret 2019 mencapai 1.003 kasus.

“Memang ada peningkatan kasus diare hingga Maret ini, tapi sejauh ini masih dalam batas normal belum masuk kategori luar biasa,” jelasnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan padat penduduk Kota Cimahi seperti Cibeureum, Baros, Cigugur Tengah, dan Melong.

“Paling rawan itu menjangkiti masyarakat di kawasan padat penduduk, karena persebaran penyakit itu lebih cepat, terutama untuk diare dan flu,” tegasnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds