Setelah Puluhan Perusahaan Dijerat, Polda Konsisten Incar Perusahaan yang Buang Limbah ke Citarum

PENCEMARAN : Anak-anak bermain di Sungai Citarum Lama, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, yang dipenuhi sampah dan sedimentasi. Kini pemerintah terus berupaya membersihkan sungai ini. (doc)

PENCEMARAN : Anak-anak bermain di Sungai Citarum Lama, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, yang dipenuhi sampah dan sedimentasi. Kini pemerintah terus berupaya membersihkan sungai ini. (doc)

POJOKJABAR.com,BANDUNG— Polda Jawa Barat konsisten mengawal program Citarum Harum. Sejak 2018 lalu, puluhan pabrik dijerat dan diberikan sanksi tegas sesuai pelanggarannya.

Dirkrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi, mengatakan bahwa saat ini Ditreskrimsus Polda Jabar konsisten menegakan hukum terhadap pencemar lingkungan.

“Kita terus memantau perusahaan mana saja yang terlibat pencemaran lingkungan,” jelasnya, Minggu (24/2).

Pihaknya sudah melakukan pemetaan penyebab pencemaran lingkungan hidup  aliran Sungai Citarum.

“Ada beberapa perusahaan yang melanggar UU Lingkungan Hidup, ada juga yang melanggar aturan Perda. Jadi sesuai skala pelaporannya ya,” paparnya.

Dirinya juga menjelaskan, mekanisme pelaporan dan penanganan kasus  pencemaran limbah sesuai prosedur yang berlaku.

“Ada temuan dan laporan dari tim satgas Citarum Haru, lalu kita tindak lanjuti,” paparnya.

“Pasal yang dijerat kepada pencemar lingkungan, yakni sesuai Hukum dan Undang – undang  Lingkungan Hidup  serta penerapan sanksi pidana/denda bagi pelanggar Lingkungan Hidup yang tegas,” jelasnya.

Pada akhir 2018 lalu, polisi menyelidiki sejumlah pabrik yang kedapatan membuang limbah cair kotornya ke aliran Sungai Citarum, berikut anak sungainya.
Dalam proses penyelidikan itu pihak kepolisian menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Dalam hal ini, khusus. Kami dibantu dan didampingi KLHK mulai dari ambil sampel limbah dari pabrik dan sampel air sungainya,” ujar Kapolda Jabar, Irjen pol Agung Budi Maryoto seusai menghadiri Audiensi Dalam Rangka Mendukung Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Hotel Hilton, Kota Bandung, Rabu (1/8/2018).

Dari pengecekan di lapangan termasuk dari laporan Satgas Citarum Harum, setidaknya ada 106 perusahaan yang diambil sampelnya.

Menurut Agung, tujuh di antaranya sudah ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Bahkan sudah masuk dalam pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah Lengkap (P21).

“Ada 21 perusahaan lain yang masih dalam penyidikan dan belum P21. Nah 39 perusahaan lainnya itu KLHK akan memberikan sanksi administrasi dulu,” kata Kapolda.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds