Dua Terminal Besar di Kota Bandung Akan Diambil Alih Pemerintah Pusat

Awak bus mencari penumpang di terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Terminal Civaheum dan Leuwipanjang akan dicaplok Pusat. Ist

Awak bus mencari penumpang di terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Terminal Civaheum dan Leuwipanjang akan dicaplok Pusat. Ist

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dua terminal besar di Kota Bandung, akan diambil alih pemerintah pusat. Ke dua terminal itu adalah terminal Cicaheum dan terminal Leuwipanjang.

“Sebenarnya rencana ini sudah ada dari tahun lalu, dan tapi sampai sekarang belum terlaksana, ‘bola’-nya sih ada di pemerintah Pusat. Kita hanya menunggu saja,” ujar Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi kepada wartawan Senin (18/2/19).

Pengambilalihan ini, lanjut Didi, karena kedua terminal itu merupakan terminal tipe A, yang melayani trayek antar kota antar provinsi (AKP). Karena izin trayek AKP ada di Pusat, maka pengelolaan terminal nya pun dilakukan oleh pusat.

Menurut Didi di Kota Bandung ini ada 11 terminal, dua terminal tipe A, tiga terminal tipe B yang harusnya dikelola provinsi, karena melayani trayek antarkota dalam provinsi.

Terminal tipe B ini antara lain, Terminal Ciroyom, Ledeng dan Stasiun Hall. Terakhir ada terminal terminal tipe C, seperti Antapani, Dago, dan Margahayu.

“Nah Pemkot Bandung hanya bertanggungjawab untuk terminal tipe C, yang melayani trayek dalam kota,” terangnya.

Didi mengatakan rencananya, Maret tahun lalu sudah bisa serah terima aset di kedua terminal ini. Namun, sampai sekarang belum bisa dilakukan. Menurut Didi, keterlambatan serah terima aset ini membuat pihaknya tidak leluasa bergerak dalam mengelola terminal.

“Kita nantinya hanya akan menglola terminal tipe C, termasuk kemungkinan manmbah lima terminal baru, untuk mengakomodir rencana penambahan armada bus,” papar Didi.

Didi berharap pengambil alihan ast terminal ini dilakukan Selain itu, dengan diserahkannya terminal ke pusat maka pemeliharaan diambil alih oleh pusat. Pasalnya, ketika diambil alih pusat, selain aset, SDM, tanggungjawab pemeliharaan, dan retribusi juga jadi milik pusat.

“Tahun lalu, sempat beberapa bulan kita tidak tarik teribusi, karena akan diambil pusat, tapi malah jadi temuan BPK. Jadi ya, sekarang kita tarik lagi. Tapi kalau sudah diambil alih pusat, ya jadi milik pusat semua,” terangnya.

Ditanya mengenai rencana pembangunan terminal baru di lima titik, Didi mengatakan keinginannya di bangun di Bandung Timur, Utara, Barat, Selatan dan Bandung Tengah.

“Tapi yang mendesak sih di Bandung timur. Makanya, kalau lahannya sudah ada, kita akan buat kajian kelayakan terminal di sana,” pungkasnya.

(RBD/mur/pojokjabar)

loading...

Feeds