Anggaran Revitalisasi Sungai Citarum Tak Kunjung Cair

Suasana saat alat berat mengeruk pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang dangkal, beberapa waktu yang lalu. Ist

Suasana saat alat berat mengeruk pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang dangkal, beberapa waktu yang lalu. Ist


Pemprov Jabar sendiri sedang menunggu hasil koordinasi antara Kementeriaan PUPR DAN Kementerian Keuangan. Dia berharap, secepatnya anggaran tersebut dapat turun sehingga penataan Sungai Citarum bisa segera digenjot.

“Ini kita push terus, kita tanya ke Kementerian PU untuk mempercepat,” katanya.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu rekomendasi teknis Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk menyetujui mesin insenerator di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum hasil rancangan Telkom University dan dari Polda Metro Jaya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Lingkungan Hidup Jawa Barat, Prima Mayaningtias mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya agar rekomendasi teknis incenerator tersebut dapat segera disetujui.

“Masalah insenerator sedang diajukan. Belum ada yang diaprove sama KLHK,” ujar Prima usai acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/2).

Belum adanya rekomendasi tersebut pun berpengaruh pada rencana pencairan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp600 miliar.

Di mana jumlah tersebut diperuntukan kepada Pemprov dan Tentara Nasional Indonesia guna menyelenggarakan sejumlah proyek revitalisasi Sungai Citarum.

“Pastinya ya, ada yang ngeganjel khususnya yang TNI ya. Bulan ini kan sudah tinggal berapa hari lagi,” katanya. Dia sampaikan, semula pengadaan insinerator tersebut diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun, akhirnya diajukan kepada Kementerian LHK untuk mendapat arahan mengenai penanganan dampak lingkungan hidup, terutama sisa pembakarannya. Prima menambahkan, insinerator tersebut harus memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.

Karena itu sedang dikaji lebih dalam di KLHK. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan dua jenis spesifikasi insinerator, yakni dari Telkom University dan Polda Metro Jaya.

“Kemarin sudah masuk spesifikasinya, hanya sekarang diajukan ke KLHK, terus supaya approve dan menentukan mana insinerator yang bisa diaplikasikan di DAS Citarum. Kalau mau cari insinerator yang perfect, sulit,” pungkasnya.

(RBD/azs/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

BES-2019

Tak Banyak Tokoh Penting BES 2019

upati Bogor nampak lesu saat membuka Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/19).