Soal Emak-emak Divonis Hakim Bayar Ganti Rugi Rp2 Miliar, Ini Jawaban PN Bandung

Kuasa hukum Hanny Untar, Andi Syarifuddin (ist)

Kuasa hukum Hanny Untar, Andi Syarifuddin (ist)

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR,com, BANDUNG — Sejumlah nama hakim dilaporkan ke MA diduga terlibat mafia peradilan saat menangani kasus penipuan terhadap Hanny Untar, dalam pembelian tanah yang difasilitasi notaris EK.

Hanny kemudian melaporkan penjual tanah dan notaris berinisial EK ke polisi. Saat kasus tersebut berproses di kepolisian, notaris EK justru menggugat Hanny dengan perdata ke Pengadilan Negeri Bandung.

Akibat gugatan perdata ke PN Bandung, Hanny divonis membayar ganti rugi senilai Rp2 miliar. Hanny mengajukan banding, namun Pengadilan Tinggi Bandung justru menguatkan putusan pengadilan.

Baca :

Jadi Korban Penipuan Rp2 Miliar, Emak-emak Ini Malah Divonis Bayar Ganti Rugi Rp2 Miliar, Berikut Kasusnya

Kini, Hanny mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia berharap mendapat keadilan. Sebab, dia adalah korban penipuan Rp2 miliar, tapi justru divonis membayar ganti rugi Rp2 miliar.

Menyikapi hal tersebut, pengacara Hanny, Andy Syarifudin mengatakan akan melaporkan tindakan hakim ke MA.

Pihak PN Bandung melalui Humas PN Bandung, Wasdi Permana mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menanhu soal ini.

“Saya tidak tahu, yang dilaporkan siapa, saya tidak tahu,” jelas Wasdi saat dikonfirmasi, Selasa (12/2) sore usai sidang.

Wasdi berpendapat, jika tak puas dengan putusan hakim bisa melakukan upaya hukum.

“Kenapa korban diputuskan seperti itu, karena fakta persidangan hakim itu, ” paparnya.

Diakui Wasdi, untuk kasusnya dia tidak tahu menahu.

“Jika mengajukan upaya hukum, bisa saja ini putusan berubah, ” terangnya.

Untuk perilaku hakim, silahkan laporkan ke Komisi Yudisial dan Badan Pengawas (Bawas).

“Jika diduga ada penyimpangan kode etik, sah saja dilaporkan, ” jelasnya.

 

(rif/pojokjabar)

loading...

Feeds