Empat ASN Bandung Barat Dipecat Gara-gara Terbukti Korupsi, Berikut Namanya

Pengadilan tindak pidana korupsi Bandung.

Pengadilan tindak pidana korupsi Bandung.

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, BANDUNG— Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung Barat dipecat atau diberhentikan secara tidak hormat karena korupsi. Kasusnya ditangani KPK dan Polda Jabar.

Dua orang Aparatur Sipil Negara berinisial M dan AH dipecat setelah divonis bersalah dalam tindak kasus korupsi berkekuatan tetap.

Dua ASN lainnya yakni W dan AD belum dilakukan pemecatan lantaran masih menunggu surat salinan putusan dari pengadilan.

Surat Keputusan (SK) pemberhentian secara tidak hormat untuk M dan AH sudah diteken Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat, Agus Maolana mengungkapkan, keputusan itu berdasar keputusan BKN Regional III surat Nomor 549/I/KR.3/IX/7 September 2018 perihal Pemblokiran Data PNS yang Terkena Kasus Tipikor.

Dua ASN lainnya yakni W dan AD belum dilakukan pemecatan lantaran masih menunggu surat salinan putusan dari pengadilan.

Dua ASN yang sudah resmi dipecat sudah tidak lagi mendapatkan gaji. Tanpa menyebutkan besaran gaji, dua orang ASN lainnya masih mendapatkan 50 persen dari gaji pokok.

“Untuk W dan AD masih berstatus ASN jadi masih berhak mendapatkan gaji 50 persen. Kalau sudah mendapatkan SK bupati mereka juga sama tidak akan mendapatkan gaji lagi,” kata Agus, Senin (11/2).

Agus menyebutkan, pihaknya sudah mengirim surat permohonan salinan putusan ke pengadilan dan tembusan ke KPK pada 16 Januari 2019 untuk dua ASN W dan AD.

Namun sampai saat salinan putusan tak kunjung datang.

“Kalau surat salinan sudah kami terima, nanti kami bahas di internal selanjutnya diajukan ke pak bupati untuk SK pemecatan. Selama surat salinan belum ada kita juga tidak bisa memprosesnya,” bebernya.

Selain tengah memproses sanksi pemecatan tersebut, ujar Agus, secara umum selama 2018 lalu kedisiplinan para ASN terus mengalami peningkatan.

Puncaknya di awal 2019 kedisiplinan terutama tingkat kehadiran serta apel pagi meningkat signifikan.

“Sejak diberlakukan absensi dengan sistem finger print tingkat kedisiplinan terus membaik. Apel pagi saja sekarang mencapai 2.651 pegawai atau kehadiran mencapai angka 92 persen,” tandasnya.

(yls/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds