Fakta-fakta Pelaku Perampokan Minimarket di Bandung

OLAH TKP : Anggota Reskrim Polres Cimahi melakukan oleh tempat kejadian perkara di minimarket Jalan Raya Cimareme, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/2/19). Ist

OLAH TKP : Anggota Reskrim Polres Cimahi melakukan oleh tempat kejadian perkara di minimarket Jalan Raya Cimareme, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/2/19). Ist

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Peristiwa perampokan minimarket di Jalan Raya Cimareme, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung, menyisakan sejumlah fakta.Peristiwa tersebut sangat miris, lantaran pelakunya pernah menjadi orang dalam di lokasi kejadian.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

1. Polisi terpaksa lumpuhkan pelaku

Pelaku perampokan minimarket di Jalan Raya Cimareme, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ditembak petugas.

Perampokan yang dilakukan oleh pelaku berinisial AF (23) dilakukan pukul 04.30 WIB dan terekam kamera CCTV sebelumnya, akhirnya dilumpuhkan petugas karena dia hendak kabur.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra membenarkan adanya perampokan yang pelakunya mengancam dengan menggunakan senjata. Pada saat anggotanya melakukan patroli rutin di sekitaran tempat kejadian perkara, mendapati persitiwa tersebut.

Baca :Minimarket 24 Jam di Bandung Barat Jadi Sasaran Perampok

“Karena nmelakukan perlawanan, akhirnya anggota kami melakukan tindakan tegas terukur,” kata Niko di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Minggu (10/2/19).

 

2.Pelaku dipecat dari minimarket tersebut

Untuk saat ini, lanjut dia, pelaku sudah diamankan di Mapolres Cimahi, setelah sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Sartika Asih.

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tetang Pencurian dengan Kekerasan.

Sementara itu, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku perampokan itu ternyata pernah bekerja di minimarket tersebut.

Motif pelaku diketahui karena merasa sakit hati akibat pemecatan yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

“Tersangka pernah bekerja di minimarket itu dan berhenti kerja pada juni 2018,” ujarnya.

 

3. Pelaku jadi spesialis perampokan minimarket karena sakit hati

Akibat sakit hati yang mendalam, pelaku pun akhirnya menjadi spesialis perampokan minimarket, sehingga bukan hanya kali ini saja pelaku melakukan aksi perampokan terhadap minimarket.

Pelaku sudah melakukan aksinya tiga kali di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Uang hasil kejahatannya pun terbilang fantastis. Dari pengakuan tersangka kepada polisi, Niko menyebutkan, aksi yang dilakukan pertama mendapat uang sebesar Rp70 juta, kemudian Rp5 juta dan Rp 37 juta.

“Pelaku mengincar minimarket yang buka 24 jam,” katanya.

 

4. Menjadi pembobol brankas minimarket di wilayah Bandung Raya

AF (23) harus ikhlas di penjara. Setelah hampir enam bulan, eks manajer minimarket ini berpetualang membobol brankas minimarket di wilayah Bandung Raya.

Kini pria yang mengaku masih berstatus mahasiswa ini harus menanggung konsekuensi hukum atas perbuatannya.

Wilayah yang menjadi lokasi aksinya antara lain Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.

AF yang melakukan pencurian di Indomaret Cilame, Kabupaten Bandung Barat, ternyata penjahat yang suka beraksi di minimarket.

 

5. Pelaku dikenal berkelakuan buruk di tempat kerjanya

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko mengatakan bahwa AF ini melakukan pencurian karena kecewa dipecat dari tempat minimarket dirinya bekerja.

“Jadi pelaku ini sakit hati, karena dipecat. Sehingga melakukan aksinya dengan membobol brankas. Jika brankas gagal dijebol, pelaku mengambil uang di kasir minimarket,” jelas Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko, Senin (11/2).

Niko menambahkan, saat dipecat perusahaan minimarketnya, AF juga berkelakukan buruk.

“Hasil penelusuran, AF ini dipecat karena suka ngutil barang minimarket. Lalu pihak manajemen memberlakukan mengganti barang yang bilang dengan memotong gaji karyawan,” paparnya.

 

6. Pelaku biasa hidup glamour

Pria ini, berkelakukan glamor, dimana setiap malam kerjanya ke tempat hiburan malam.

“Hasil penyelidikan, AF mengaku sebagai mahasiswa. Pelaku ini tinggal bersama neneknya di Bandung Barat, dan punya usaha kontrakan,” terang Kasatreskrim.

Dalam setiap aksinya, pelaku selalu menggunakan helm fullface.

“Setiap beraksi pakai helm, meski baik kepada pegawai minimarket, dia selalu berhasil membobol brankas,” jelasnya.

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds