Hanya Hitungan Jam, Padang Diguncang Gempa 52 Kali, Enam Kali Gempa Magnitudo di Atas 5

Ilustrasi Gempa Bumi

Ilustrasi Gempa Bumi

POJOKJABAR.com, PADANG— Gempa mengguncang Sumatera Barat, Minggu (2/2). Titik pusat gempa berada di Kepulauan Mentawai. Kuatnya getaran gempa terasa di Kota Padang dan beberapa kota lainnya.

Bahkan gempa tersebut juga membuat panik pengunjung Plaza Andalas. Mereka berhamburan keluar. Semua berusaha menyelamatkan diri masing-masing saat bumi berguncang hebat.

“Kencang sekali, apalagi saya duduk di lantai 4. Pusing rasanya,” kata Ira, 28, salah seorang pengunjung Plaza Andalas kepada JawaPos.com (Group Pojokjabar.com).

Ira menceritakan, saat itu dirinya bersama suami dan putrinya sedang berada di lantai 4 mal terbesar di Kota Padang tersebut. Persisnya di arena bermain anak. Awalnya Ira sama sekali tidak merasakan guncangan.

Saat asyik menyantap es krim, tiba-tiba Ira merasa pusing. “Saya tanya ke suami, gemba bukan ya? Suami saya jawab, rasa-rasanya kok iya,” cerita Ira.

Dugaan itu semakin besar saat Ira melihat ke lantai di bawahnya. Tepatnya di lantai 3 dan 3. Para pengunjung berlarian. Berebut turun ke bawah. Mereka ingin cepat-cepat ke lantai dasar.

Menghadapi situasi tersebut, Ira mencoba tenang.
“Saya dan suami berusaha tidak panik. Kami istigfar. Saat gempa berhenti, kami turun perlahan. Kalau kami panik, khawatir anak kami yang masih berusia 2 tahun lebih syok lagi,” tambah warga Cengkeh, Lubuk Kilangan, Kota Padang tersebut.

Kecemasan yang sama juga dirasakan Ayu, 16. Dia bersama tiga rekannya juga sedang berada di lantai 4. Merasa gempa, dia berlari menuju eskalator. “Kami baru selesai nonton di bioskop. Saya nnggak ngerasa banget, tapi pas dengar orang-orang teriak, saya pun mulai panik,” tuturnya.

Dari catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 21.00 WIB, wilayah Sumbar telah diguncang 52 kali gempa bumi.
Enam kali diantaranya getaran di atas 5 Skala Richter (SR). Sedangkan 46 lainnya merupakan gempa susulan yang kekuatannya di bawah 5 SR.

Gempa bumi berkekuatan 5,3 SR pertama terjadi pukul 16.03 WIB di lokasi 2,89 lintang selatan, dan 99,95 bujur timur dengan kedalaman 10 km. Selanjutnya pukul 16.27 WIB, Sumbar diguncang gempa tektonik berkekuatan 6,1 SR.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,92 LS dan 99,98 BT. Pusat gempa berada pada jarak 105 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai di kedalaman 26 km.

“Gempa ini terjadi dalam rentang 24 menit setelah guncangan gempa 5,3 SR,” terang Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono melalui keterangan tertulisnya.

Melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia yang berada di zona Megathrust.

Zona itu merupakan subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

“Konvergensi kedua lempeng membentuk zona subduksi menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan gemp abumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault),” paparnya.

Dari laporan masyarakat, getaran gempa terasa di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok II-III MMI Padang, Pariaman, Painan III-IV dan Kepulauan Mentawai (Tua Pejat,Pagai Selatan) IV-V MMI. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (after shock).

“Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hasil pemodelan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” katanya.

(jpc/ral/pojokjabar)

loading...

Feeds

Masyarakat sekitar mengevakuasi korban longsoran Galian C. Foto./Istimewa

Galian C Argasunya Telan Korban Jiwa

Dengan adanya kejadian kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja di lokasi lahan galian pasir milik perorangan, kami berharap pemilik lahan …