Karena Ini Sidang Penganiayaan Haringga Diundur

SIDANG: Suasana sidang pengekroyok Haringga Sirila di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/1/19). AZIS ZULKHAIRIL/ RADAR BANDUNG

SIDANG: Suasana sidang pengekroyok Haringga Sirila di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/1/19). AZIS ZULKHAIRIL/ RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan terhadap suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla dengan terdakwa tujuh orang ditunda. Penundaan sidang dikarenakan jadwal hakim padat.

Sidang lanjutan beragenda pemeriksaan terhadap saksi tersebut rencananya digelar hari ini, Selasa (29/1/19) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Namun hingga siang, persidangan tak kunjung digelar.

“Sidangnya diundur menjadi hari Kamis nanti,” ucap pengacara terdakwa Dadang Sukmawijaya di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (29/1/19).

Dadang mengatakan berdasarkan informasi yang dia terima, dimundurkannya jadwal persidangan atas pertimbangan hakim. Menurutnya, jadwal hakim untuk persidangan hari ini padat.

“Hakimnya jadwal sidangnya padat hari ini. Jadi diundur,” kata Dadang.

Sidang tersebut rencananya menghadirkan sejumlah saksi. Dadang mengatakan saksi yang akan dihadirkan berasal dari polisi yang melakukan penangkapan pelaku hinggasaksi yang ada di lokasi kejadian.

“Termasuk ada dua orang anak yang sudah divonis dihadirkan menjadi saksi,” ucap Dadang.

Dalam perkara ini, duduk sebagai terdakwa 7 orang. Mereka ialah Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32) dan Aldiansyah (21). Ketujuh orang tersebut didakwa dua pasal yakni Pasal 338 KUHP dan kedua diatur Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

(RBD/arh/azs/dtk/pojokjabar)

loading...

Feeds

Masyarakat sekitar mengevakuasi korban longsoran Galian C. Foto./Istimewa

Galian C Argasunya Telan Korban Jiwa

Dengan adanya kejadian kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja di lokasi lahan galian pasir milik perorangan, kami berharap pemilik lahan …