Categories: Bandung

Boyke : Rakyat Tidak Butuh Janji, Mereka Butuh Kesejahteraan

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Jelang pesta politik yang akan tiba beberapa bulan kedepan, merupakan salah satu penentu siapa saja yang layak mendapatkan kursi dipemerintahan.

Baik itu sebagai Presiden, Anggota DPR maupun para anggota senator (DPD) yang dipilih secara serentak diseluruh Indonesia.

Untuk itu, para calon wakil rakyat yang bertarung berlomba-lomba meyakinkan masyarakat untuk memilihnya. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan cara berkempanye baik secara tertutup maupu terbuka. Tujuannya agar masyarakat yang berada di cakupan wilayah yang akan dia pimpin, memilih calon tersebut.

Salah satu calon anggota legislatif DPR-RI dapil jabar I (Bandung-Cimahi) Boyke Febrian Mohammad, memberikan pandangan terhadap cara kampanye kreatif.

“Bagi saya kampanye kreatif adalah kampanye yang baik, namun bukan berarti kampanye yang bagus dilihat atau unik, karena di dalamnya bukan sekedar menyampaikan janji atau visi misi saja. Terdapat sebuah manfaat yang bisa dibagikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan yang bertambahan di kemudian hari,” jelas Boyke, Rabu (30/1).
 
Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan beraneka ragam janji. Mensejahterakan masyarakat dengan sebuah gagasan baru yang bisa dikembangkan guna mensejahterkan hidup merupakan hal yang penting.

“Ada banyak cara yang bisa kita berikan kepada masyarakat agar bisa lebih kreatif dalam visi misi caleg-caleg berkampanye sesuai dengan background profesi yang dimiliki. Contohnya saya, profesi saya adalah pengusaha untuk itu saya lebih mengarahkan sebuah kampanye kreatif agar masyarakat terutama ibu-ibu untuk memiliki usaha guna menyambung kebutuhan hidup dengan berjualan donat,misalnya. Karena saya berkecimpung dalam usaha tersebut, sehingga kedepannya masyarakat bisa memiliki usaha berjualan sendiri,” papar Boyke.

Untuk mencerdaskan masyarakat ada banyak hal yang bisa dilakukan, setiap kampanye yang dilakukan oleh Boyke memiliki unsur edukasi.

Baginya menyejahterakan masyarakat dengan ide baru dalam masa kampanye, lebih baik dibandingkan hanya sekedar memberikan uang atau menawarkan janji-janji untuk mensejahterakan masyarakat saja.

“Menurut saya, kampanye kreatif adalah inovasi, saya membiayainya dengan prinsip hanya memberi tak harap kembali, sehingga memaknai tersebut dengan niat wakaf saja. Lalu dengan kampanye ini sangat jauh dari potensi korupsi dikemudian hari, yang ada malah sebuah pengabdian untuk mencerdaskan bangsa,” tutup Boyke. (Mar/pojokjabar)

Pees

Share
Published by
Pees
Tags: berita terkini bandungcaleg dpr ri dapil I jabarmohammad boyke febrian

Recent Posts

  • Cirebon

IAIN Cirebon Gelar FGD, Bahas Standar Biaya Masukan Kampus

Meskipun tidak seragam tapi ada kesamaan dalam sisi pembiayaan terkait dengan honor-honor dan lain sebagainya. Meskipun ada standar biaya yang…

24 Mei 2019 04:48 WIB 04:48
  • Bandung
  • Nasional
  • Politik

Polisi Ungkap Soal Mobil Gerindra, 2 Pelaku Pengurus DPC Tasikmelaya

Tidak mempunya kualifikasi sebagai medis. Dua tidak ada perlengkapan medis. Ketiga malah ada batu

24 Mei 2019 04:40 WIB 04:40
  • Cirebon

Gudang CV Mukalah Terbakar, Begini Kronologisnya

penyebab dari kebakaran gudang CV Mukalah tersebut diduga akibat papan tempat pembakaran terlalu dekat dengan tembok tempat oven breket, dan…

24 Mei 2019 04:39 WIB 04:39
  • Bogor
  • Nasional
  • Politik

Polemik Pemilu Bikin Skeptis, Begini Sikap Mahasiswa Bogor

Oleh karena itu, dengan ini kami menyatakan sikap menuntut bawaslu tegas dalam berbagai sikap terkait kecurangan pemilu, enuntut KPU untuk…

24 Mei 2019 00:00 WIB 00:00
  • Purwakarta

Anak Remaja 16 Tahun Diduga Korban Kerusuhan 22 Mei, Dimakamkan Malam Hari di Purwakarta

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA - Diduga salah satu aksi unjuk rasa yang kemudian terjadi kerusuhan pada tanggal 22 Mei lalu memakan korban…

23 Mei 2019 22:32 WIB 22:32
  • Priangan

Pasien Keluhkan Tarif Parkir Selangit di RS Hasna Medika

besaran tarif parkir seharusnya ada keseragaman, agar warga tidak terkejut saat harus membayar. Masalahnya, imbuh RN, bukan besar kecilnya uang…

23 Mei 2019 22:31 WIB 22:31