Besok Ratna Sarumpaet Pindah Sel ke Penjara Kejaksaan, Berkas Perkara Lengkap

Ratna Sarumpaet Berbaju Oranye./Foto: ps

Ratna Sarumpaet Berbaju Oranye./Foto: ps


POJOKJABAR.com, JAKARTA-– Polisi tetap akan melakukan pengamanan penyerahan Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI Jakarta. Berkas kasus berita hoax yang menjeratnya dinyatakan P21 atau lengkap.

“Tentunya dengan diterimanya surat P21 ini tugas penyidik akan menyerahkan tersangka ke kejaksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Ratna Sarumpaet rencananya akan diserahkan ke kejaksaan besok pagi. Oleh karena itu, pihakya tetap akan melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diingikan.

Namun, Argo sendiri tak membeberkan jumlah anggota yang akan dikerahkan.

“Jadi besok pagi akan kita lakukan pengiriman tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” ungkapnya.

“Bahkan penyerahan tersangka nanti pun juga akan kita lakukan pengamanan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutur Argo.

Sebelumnya diberitakan, pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas kasus hoax Ratna ke Polda Metro Jaya pada Kamis 22 November 2018 lalu, karena masih ada kekurangan syarat formil dan materiil pada berkas tersebut.

“Jaksa peneliti Kejati DKI Jakarta mengembalikan berkas atas nama tersangka RS,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi dalam keterangan tertulisnya, Jumat 23 November 2018.

Kemudian, guna melengkapinya penyidik menambah keterangan saksi, yakni Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang dan akademisi Rocky Gerung.

Ratna Sarumpaet ditahan polisi, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik, karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.

(fir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds