Bawaslu Sudah Telusuri Alamat Pengirim Tabloid Indonesia Barokah, Hasilnya Mengejutkan

Masjid di Indramayu Jawa Barat jadi tujuan penerimaan Tabloid Indonesia Barokah (foto yanto)

Masjid di Indramayu Jawa Barat jadi tujuan penerimaan Tabloid Indonesia Barokah (foto yanto)


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar menyebut penelusuran yang dilakukan Bawaslu, mereka tak berhasil menemukan darimana asal muasal tabloid ini. Orangnya tidak ada.

“Indikasinya setelah lihat siapa yang menerbitkan, isinya juga, kan itu tidak tahu siapa yang menjadi pesertanya. Siapa yang jadi terlapornya. Kan sudah dilakukan verifikasi ke tempatnya kan, juga salah kan. Tidak ada orangnya,” kata Fritz di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (25/1).

Meski tidak memenuhi unsur pelanggaran kampanye pemilu, tidak menutup kemungkinan tabloid Indonesia Barokah memenuhi unsur pelanggaran dan pidana lain.

“Tidak memenuhi unsur kampanye. Ya mungkin bisa memenuhi unsur pidana lainnya. Tapi itu enggak memenuhi unsur kampanye,” katanya seperti dilansir viva.

Sebelumnya, tim sukses calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Nurhayati, selaku anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, mengatakan tabloid itu dilaporkan karena isinya mengandung fitnah dan ujaran kebencian terhadap Prabowo dan Sandiaga serta umat Islam yang terhimpun dalam kegiatan 212 di Monas.

Isi dari berita itu, menurut dia, berpotensi menimbulkan permusuhan, baik antar golongan pendukung Prabowo maupun golongan umat Islam karena membuat keonaran di masyarakat akibat tabloid tersebut.

Pemberitaan tabloid itu, lanjut Nurhayati, juga menyerang kehormatan nama baik Prabowo dan Sandiaga yang menimbulkan ujaran kebencian.

“Maka dapat dikatakan melanggar asas berimbang, beritikad buruk, pasal 1, 3, 4 dan 8 kode etik jurnalistik,” ujarnya.

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds