Mengenal Program Baju Baja Pemprov Jabar, Target 100 Desa Potensial

Program Baju Baja yang diluncurkan Pemprov Jabar, Kamis (17/1/2019)./Foto: Arief

Program Baju Baja yang diluncurkan Pemprov Jabar, Kamis (17/1/2019)./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pemprov Jawa Barat meluncurkan Program Baju Baja (Bambu Juara Bambu Jawa Barat) untuk meningkatkan produksi tanaman bambu namun tetap memperhatikan kelestariannya.

Program ini bekerjasama dengan LSM Hijau Lestari Indonesia. Lembaga itu bertindak sebagai pihak yang akan melatih para pemuda di 100 desa Jabar terkait pengembangan bambu.

Ketua Umum Hijau Lestari Indonesia John Effendi mengakui siap mengejar target mencari 100 desa yang potensial untuk diberi pelatihan dalam waktu 100 hari ke depan.

Nantinya, di setiap desa tersebut akan dibangun pustaka bambu agar dapat menjadi ikon wisata inovatif.

“Dalam 100 hari kita upaya target 100 desa yang bisa kreatif dan diberikan pelatihan produksi bambu. Selain itu, kami bina untuk membangun desa jadi ikon wisata yang inovatif, jadi akan bangun pustaka bambu yang mana bambu ini sudah mulai langka di Jabar,” ujar John di Gedung Sate Bandung, Kamis (17/1).

John mengatakan, keinginan dia dan timnya mengembangkan produksi bambu sekaligus melestarikannya adalah karena sekarang banyak masyarakat/industri memanfaatkan bambu, tapi tidak menanam kembali sehingga populasinya berkurang setiap tahun.

Oleh karena itu, hadirnya pustaka bambu di setiap desa maksudnya adalah sebagai lahan pembibitan tanaman bambu-bambu yang baru.

“Kami bangga kepada BJB, intansi terkait dan diharapkan kerja sama yang baik dengan Dinas Kehutanan dan Perhutani agar dapat lahan pembibitan yang disebut pustaka bambu,” jelasnya.

Dia mengakui, sudah memiliki website/laman khusus Program Baju Baja yang nantinya setiap kegiatan dan progress akan ditampilkan. Sehingga masyarakat atau bahkan investor bisa melihat apa saja produk bambu yang ditawarkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, tanaman bambu berpotensi besar untuk terus dikembangkan khususnya di Jawa Barat. Berdarkan survei yang dilakukan timnya, pernah menemukan satu produk mebel bambu yang sudah dipakai 300-400 tahun lamanya.

“Selain itu dua minggu lalu saya temukan bangunan Belanda yang nampak dari luar materialnya tembok tapi dalamnya ada bilik bambu, itu sudah dari zaman Belanda hampir 100 tahun dan masih kuat. Jadi bambu kekuatannya luar biasa dan bisa jadi ikon yang dibanggakan di Jabar,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds

Zalnando

Zalnando Tak Sabar Cicipi Laga

Bek sayap Persib Bandung Zalnando sudah tidak sabar ingin mencicipi laga bersama timnya. Mantan pemain Sriwijaya FC melewatkan dua pertandingan.