GARBI Desak Pemerintah Jokowi Adili Prabowo Soal HAM

Aksi GARBI di depan istana, Kamis (17/1/2019)./Foto: Firdausi

Aksi GARBI di depan istana, Kamis (17/1/2019)./Foto: Firdausi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Terkait pelaksanaan debat capres, sejumlah pengamat sudah ramai membicarakan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sebab, selama ini tidak ada peradilan khusus menyelesaikan masalah ini.

Selain itu, massa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Reformis Bela Indonesia (GARBI) juga menggelar aksi Kamisan bersama Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) di depan Istana Negara, Kamis (17/1/2019).

Mereka menyerukan agar dibentuknya Pengadilan HAM Ad Hoc untuk mengadili Prabowo Subianto terkait dugaan kasus penculikan aktivis yang terjadi menjelang peristiwa reformasi 98.

“Sejarah paling horor penculikan aktivis 20 tahun lalu masih mencatat luka lama yang belum terobati dan membekas, keluarga korban aktivis yang diculik pastinya tidak akan lupa. Adili Prabowo di Pengadilan Ham Ad Hoc,” tutur Korlap aksi Faris, di depan istana, Kamis (17/1/2019).

Menurut Faris penculikan aktivis 20 tahun lalu masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab soal keberadaan belasan aktivis pro demokrasi itu.

“Keluarga mereka hanya ingin kejelasan soal nasib para aktivis tersebut,” tuturnya.

Karena itu, Garbi mendesak pemerintahan Jokowi agar secepatnya menuntaskan kasus pelanggaran HAM tersebut.

“Presiden Jokowi harus berani menuntaskan kasus aktivis hilang di rezim Soeharto. Jangan biarkan terduga pelanggar HAM ini kembali berkuasa,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Faris,  keluarga korban kasus penculikan aktivis juga kecewa berat dengan Prabowo.

Pasalnya, belum tuntas kasus tersebut yang bersangkutan maju lagi  di Pemilu 2019.

“Benar kata mereka jika Pemilu ini terasa hampa. Jika memilih golput, sama saja membiarkan pemimpin era orde baru bangkit kembali,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Wiji Thukul adalah salah satu aktivis yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Aktivis yang juga sebagai penyair itu hilang di awal 1998, menjelang jatuhnya rezim Orde Baru.

Selain Wiji Thukul, aktivis lainnya yang masih hilang adalah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser.

(fir/pojokjabar)

loading...

Feeds

Zalnando

Zalnando Tak Sabar Cicipi Laga

Bek sayap Persib Bandung Zalnando sudah tidak sabar ingin mencicipi laga bersama timnya. Mantan pemain Sriwijaya FC melewatkan dua pertandingan.